src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sri Juniarsih: Bukan Sekadar Kenangan, Pameran Foto Berau Jadi Rekam Jejak Pembangunan

Sri Juniarsih: Bukan Sekadar Kenangan, Pameran Foto Berau Jadi Rekam Jejak Pembangunan

waktu baca 3 menit
Kamis, 29 Okt 2026 16:50 22 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Potret Berau dari masa ke masa bukan sekadar nostalgia, tetapi juga menyimpan catatan perubahan yang dapat menjadi pijakan pembangunan di masa depan. Hal tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka pameran foto “73 Tahun Berau dalam Gambar” di Story Mount pada Kamis, 29 Oktober 2026, yang mengajak masyarakat merawat jejak sejarah sekaligus melihat arah masa depan Bumi Batiwakkal.

Mengusung tema “Merawat Memori, Menginspirasi Generasi”, pameran yang berlangsung hingga 31 Oktober 2026 tersebut menghadirkan potret perjalanan Kabupaten Berau dari masa ke masa, mulai dari dokumentasi tahun 1970-an dan 1980-an hingga perkembangan Berau saat ini.

Sri menilai, dokumentasi visual memiliki nilai penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Melalui foto-foto lama, pemerintah dan masyarakat dapat melihat perubahan yang telah terjadi, sekaligus mengenali berbagai hal yang masih perlu dilanjutkan dan dibenahi.

“Dokumentasi merupakan arsip yang sangat berharga, yang dapat dijadikan gambaran, acuan, bahkan kenangan. Lebih penting lagi, ini menjadi rangkaian pertimbangan untuk agenda pembangunan yang akan kita laksanakan di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan harus tetap menjadi komitmen pemerintah daerah, siapa pun yang nantinya memimpin Kabupaten Berau. Program yang belum tuntas perlu dilanjutkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara berkesinambungan.

Ia menyebutkan, perbandingan foto Berau pada masa lalu dengan kondisi saat ini memperlihatkan perubahan yang signifikan, baik dari sisi infrastruktur maupun perkembangan sumber daya manusia.
Karena itu, ia mengapresiasi para fotografer dan insan media yang telah mengabadikan berbagai fase perjalanan daerah. “Karya-karya tersebut dinilai tidak hanya menyimpan nilai dokumentasi, tetapi juga menjadi rekam jejak yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.

Selain sebagai arsip sejarah, Sri melihat pameran ini sebagai peluang untuk memperkuat promosi pariwisata Berau. Foto-foto yang menampilkan budaya, keindahan alam, dan objek wisata dinilai mampu membangun ketertarikan masyarakat luas untuk mengenal Bumi Batiwakkal. Menurutnya, karya visual yang menarik dapat menjadi sarana promosi efektif di tengah perkembangan media digital dan media sosial. Karena itu, ia mendorong para pegiat fotografi untuk terus meningkatkan kualitas karya, sehingga setiap gambar tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki pesan yang kuat. “Foto yang dihasilkan jangan hanya sekadar foto, tetapi bisa memuat pesan yang melekat dan memikat penikmatnya. Foto tersebut menyimpan pesan, bahkan mengandung ajakan,” tuturnya.

Pameran tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menekuni fotografi sebagai bidang kreativitas yang memiliki nilai seni, dokumentasi, sekaligus peluang ekonomi. Ia menilai, Berau memiliki banyak orang kreatif yang mampu menghasilkan karya menarik dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Kreativitas tersebut perlu mendapat dukungan bersama, baik dari pemerintah daerah maupun komunitas yang berkembang di masyarakat.

Sri pun mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang dinilainya mampu menghadirkan suasana menarik melalui penataan foto dan dekorasi kreatif tanpa harus bergantung pada biaya besar. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif daerah,” bebernya.

Pameran “Berau dalam Gambar” merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau yang difasilitasi melalui Sekretariat Daerah, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Kegiatan ini melibatkan 20 kontributor fotografi dengan koleksi yang bersumber dari arsip pribadi masyarakat, dokumentasi pemerintah, dan media lokal. “Saya berharap pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi para fotografer, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan identitas daerah,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x