23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Pimpinan Ponpes di Tenggarong Ditangkap Polres Bojonegoro, Begini Iming-imingnya Saat Gauli Santriwati

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Setelah tidak kooperatif dengan penyidik Polres Kukar, pimpinan pondok pesantren di Tenggarong ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 17 Maret 2022. Akhirnya, tersangka kasus pencabulan dan pernikahan di bawah umur berinisial AA ini ditangkap aparat Polres Bojonegoro yang bekerja sama dengan Polres Kukar.

Polisi menangkap AA di tempat salah satu warga Bojonegoro yang menampung tersangka dalam pelariannya.

“Polisi menangkap AA pada Jumat 25 Maret 2022, sore. Saat ditangkap tanpa perlawanan, ” sebut Kasatreskrim Polres Kukar, AKP Dedik Santoso, yang didampingi Kanit PPA Polres Kukar, IPDA Irma Ikawati dalam jumpa pers pada Minggu 27 Maret 2022 di Mapolres Kukar.

Mantan Kasatreskrim Polres Paser ini menceritakan awal kasus tersebut. Tersangka AA sudah lebih dulu melakukan hubungan intim sebelum menikahi korban pada 25 Januari 2021. Korban tercatat sebagai santri di Ponpesnya.

“Perbuatan tidak senonoh tersebut dilakukan di salah satu kamar Ponpes,” ucap Dedik.

Tersangka merayu korban untuk terus melayaninya dan dinikahi secara siri pada 25 Januari 2021. Kali terakhir berhubungan intim pada 13 Desember 2021. Bahkan, tersangka juga menjanjikan kepada korban untuk dijadikan pimpinan salah satu Ponpes yang sedang dibangun plus rutin diberikan uang tambahan.

“Tersangka sempat beberapa kali memberikan uang sebesar Rp 500-700 ribu per bulan yang dititipkan ke salah satu staf Ponpes, ” jelasnya.

Polisi menyita barang bukti berupa kaos, bra warna hitam dan CD warna putih milik korban. Tersangka dikenakan undang-undang perlindungan anak.

“Minimum penjara 5 tahun, maksimal penjara 15 tahun, ” ucapnya.

JADI KULI SELAMA DPO

Selama di pelarian, tersangka sempat kepayahan secara perekonomian dan pontang-panting guna menyambung hidup. Tersangka yang juga PNS berpendidikan S2 tersebut terpaksa menjadi tukang bangunan dan berjualan kerupuk keliling.

“Pengakuan dari salah satu keluarganya, tersangka berjualan kerupuk keliling dan jadi kuli bangunan, ” sebut Irma.

Terkait kondisi korban, diceritakan Irma, akan terus dilakukan pendampingan lebih mendalam.

“Korban masih di bawah umur dan sedang hamil jalan 3 bulan. Ini akan terus kita dampingi secara intens, ” sebutnya.

Disinggung soal iming-iming selain dijadikan pimpinan Ponpes oleh AA, Irma menepisnya. Si korban dari kalangan keluarga tidak mampu yang mendapatkan fasilitas gratis dari Ponpes milik AA.

“Kita sudah konsultasikan ke Kemenag Kukar, pernikahan siri tersebut tidak sah, ” pungkasnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

 

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU