src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kukar, Bontang dan PPU, Anggaran Masih Dinanti

Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kukar, Bontang dan PPU, Anggaran Masih Dinanti

waktu baca 3 menit
Kamis, 29 Okt 2026 16:22 20 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Rencana pembangunan tiga Sekolah Rakyat baru di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah pusat. Ketiga sekolah yang diusulkan berada di Kutai Kartanegara (Kukar), Kota Bontang, dan Penajam Paser Utara (PPU). Sambil menunggu kepastian pembangunan, Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim mulai menyiapkan calon peserta didik dan tenaga pengajar.

Kepala Dinsos Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, ketiga lokasi tersebut diusulkan dalam kelompok 3B pada tahap ketiga pembangunan Sekolah Rakyat. Tahapan ini merupakan bagian dari rencana pembangunan sekolah baru, sedangkan pelaksanaannya masih bergantung pada kesiapan masing-masing lokasi dan ketersediaan anggaran.

“Untuk yang tahun ini, memang kita mengusulkan di tahap 3B ya, itu ada tiga. Yang pertama di Kutai Kartanegara, sekarang lagi tahap AMDAL dan sebagainya. Mudah-mudahan tahun ini bisa groundbreaking,” kata Jaya, Rabu, 28 Oktober 2026.

Jaya menjelaskan, persiapan pembangunan di tiga daerah tersebut belum berada pada tahap yang sama. Di Kukar, proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) masih berjalan. Sementara itu, persiapan lahan di Bontang dan PPU juga masih berlangsung. Untuk lokasi di Bontang, pembangunan disebut menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Lahan seluas sekitar 8,7 hektare telah disiapkan dengan rencana kapasitas sekitar 2.000 peserta didik.

Meskipun persiapan terus berjalan, rencana peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026 belum dapat dipastikan. Pelaksanaan pembangunan masih menunggu keputusan anggaran dari kementerian terkait di pemerintah pusat. Di samping itu, Dinsos Kaltim mulai menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung operasional sekolah setelah fasilitasnya siap digunakan.

Jaya mengatakan, calon peserta didik diprioritaskan dari anak-anak di panti sosial yang berada pada jenjang pendidikan dasar hingga SMA. Tenaga pengajar juga mulai dipersiapkan. Persiapan tersebut diperlukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan ketika sekolah baru mulai beroperasi. Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama sehingga fasilitas pendukung, seperti jaringan listrik dan ketersediaan air, juga perlu diperhatikan.

“Kesiapan guru-gurunya sudah disiapkan, termasuk juga calon siswanya. Saya sudah minta ke teman-teman yang di panti-panti, yang memang kelas 1, kelas 2, kelas 3 sampai SMA, itu sudah menjadi bagian prioritas untuk pindah nanti,” tutur Jaya.

Sambil menunggu pembangunan tiga sekolah baru tersebut, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di kawasan Palaran, Samarinda, telah beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah tersebut menerima 270 peserta didik, masing-masing 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Jaya menyebut fasilitas Sekolah Rakyat di Palaran dirancang untuk menampung hingga 1.080 orang. Pemerintah juga merencanakan penambahan ruang belajar untuk mengakomodasi pertambahan jumlah peserta didik pada tahun berikutnya. Adapun pembangunan tiga Sekolah Rakyat baru di Kukar, Bontang, dan PPU masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah pusat. Jaya mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengetahui apakah pembangunan dapat dimulai pada tahun ini. “Kita tunggu saja apakah memang anggarannya di kementerian itu bisa ada. Kalau ada, memang rencananya di bulan Desember ada peletakan batu pertama,” demikian Jaya Mualimin. (Retno)

LAINNYA
x