src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kukar Moh Rifani. (Sumber: Andri/Headline)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Padi rawa yang ditanam di wilayah hulu Mahakam, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, segera memasuki masa panen. Sebaliknya, produksi padi sawah di sejumlah daerah menurun akibat kemarau panjang.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kukar Moh Rifani memastikan panen padi rawa dimulai pada November 2026. “Sebentar lagi panen, bulan November nanti,” kata Rifani di halaman kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Selasa 27 Oktober 2026.
Rifani menjelaskan, waktu panen berbeda-beda karena masa tanamnya tidak bersamaan. Panen diperkirakan rampung pada Desember 2026. Berbeda dengan padi sawah yang ditanam kelompok tani, padi rawa ditanam oleh nelayan. Mereka memanfaatkan lahan danau yang airnya surut saat kemarau panjang.
“Yang menanam nelayan, yang memanfaatkan air yang surut di danau-danau. Aktivitas ini rutin dilakukan sejak dulu oleh para nelayan saat kemarau panjang,” ujarnya.
Panen padi rawa akan dimulai dari Desa Semayang, Melintang, Pela, dan Jantur Selatan. Untuk bibit bantuan Pemkab Kukar, jenis yang dipanen adalah Inpari 32. Namun, bibit yang ditanam nelayan beragam karena sumbernya berbeda-beda.“Ada yang beli dari teman-temannya,” kata Rifani.
Rifani belum mengetahui pasti apakah beras hasil panen padi rawa akan dijual nelayan. Menurut dia, kemungkinan besar hasil panen disimpan untuk konsumsi rumah tangga. Ia menambahkan, padi di rawa tumbuh subur dan cepat meski tanpa pupuk karena sedimen danau yang baik. “Lebih banyak untuk konsumsi sendiri. Padi ini cepat tumbuh walau tanpa pupuk karena sedimen danaunya bagus,” jelasnya.
Di sisi lain, kemarau panjang memengaruhi produksi padi sawah tadah hujan. Menurut Rifani, sejumlah daerah mengalami penurunan produksi. Sawah yang mulai ditanam setelah Juli mengalami gagal panen, sedangkan yang ditanam sebelum Juli masih aman dan sempat panen.
Sebagian lahan juga terselamatkan berkat bantuan sarana penunjang pengairan dari Pemkab Kukar untuk mencegah gagal panen meluas. Adapun lahan hortikultura sayuran, kata dia, dalam kondisi aman.“Apalagi daerah lumbung pangan, pasti Pemkab tangani secara intensif agar gagal panen tidak semakin meluas. Pemantauan rutin juga dilakukan penyuluh pertanian,” pungkasnya.(Andri)