Beranda Samarinda Pembersihan Longsor di Mangkupalas Dikebut, Ini Kendala Dihadapi PU Kaltim

Pembersihan Longsor di Mangkupalas Dikebut, Ini Kendala Dihadapi PU Kaltim

Pembersihan Longsor di Mangkupalas Dikebut, Ini Kendala Dihadapi PU Kaltim - headlinekaltim.co
Alat berat Dinas PUPR Kaltim bekerja malam hari untuk membersihkan longsoran. (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pascalongsor yang terjadi sebulan lalu di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, kini proses pembersihan material longsoran terus dikebut.

Pantauan Headlinekaltim.co di titik longsor Selasa 25 Agustus 2020 malam, hingga pukul 21.00 WITA petugas dari Dinas PUPR Kaltim masih bekerja memindahkan material longsoran berupa tanah basah bercampur batu-batu besar dan pohon menggunakan alat berat.

Material longsor diangkut menggunakan dump truck dan dibuang ke bekas area tambang yang berada persis di seberang titik longsor.

Advertisement

Pekerjaan malam tadi langsung dikomandoi oleh Kepala UPTD PUPR Wilayah 2 Joniansyah dan Kepala BPBD Wilayah Palaran-Samarinda Seberang Sujian.

Ditemui di lokasi titik longsor, Joniansyah mengatakan pembersihan material longsor dilakukan mulai sejak pukul 12.00 WITA dan target selesai pukul 00.00 WITA.

Namun, tidak semua material longsor bisa terangkut semua, mengingat banyaknya jumlah material longsor yang diperkirakan mencapai 6.000-an kubik.

“Longsoran ini ada 2 titik dan jumlah volumenya tidak sedikit. Kalau kita kalkulasi kasar antara 5.000 sampai 6.000 kubikasi, ini perlu waktu lumayan panjang untuk prosesnya. Saya optimalkan alat-alat di UPTD unit 2 Samarinda semua turun ke sini,” ucapnya.

Proses pembersihan longsoran menggunakan 4 unit alat berat, 3 unit dump truck dan alat penerangan. Namun begitu, Joniansyah mengganggap belum maksimal. Ia berharap ada kerja sama dari UPTD terkait maupun perusahaan tambang yang ada di lokasi longsor untuk membantu proses pembersihan. Termasuk juga pihak Kepolisian dan Dishub untuk pengaturan lalulintas.

Menurutnya, selain hujan yang menjadi kendala terberat, keterbatasan alat dan arus kendaraan yang melintas di lokasi longsor juga mempengaruhi kerja pihaknya.

“Kami butuh 4 sampai 5 dump truck untuk angkut material, kalau alat berat cukup saja. Selain kendala alat, cuaca juga pengaruh. Termasuk kendaraan yang melintas, menghambat kami untuk bekerja cepat. Makanya kami lebih sering memilih waktu siang hingga dini hari, karena di waktu-waktu itu kendaraan kurang yang lewat,” keluhnya.

Menurut Joniansyah material longsor baru terbuang sekitar seperlima dari 6.000 kubikasi yang ada.

“Kita ukur 75 meter x 75 meter x tebal rata-rata 6 meter. Nah kalau dump truck ini kan isinya hanya sekitar 3 kubik, jadi minimum butuh waktu 2 minggu proses pembersihan. Itupun kalau cuaca bagus, kalau hujan bisa molor lagi,” lanjutnya.

Langkah yang akan diambil segera, menurut Joniansyah, ia akan berkoordinasi dengan Dishub dan Satuan Lalulintas untuk pengalihan kendaraan ke jalur lain.

“Kami ingin sampaikan, kalau diizinkan beri kami waktu 2 hari saja untuk bisa dialihkan kendaraan ke jalur lain. Agar kami bisa bekerja maksimal,” harapnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement