23 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

Pelestarian Bahasa Banua Terkendala Tenaga Pengajar

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Elita Herlina menyampaikan pendapatnya terkait rencana bahasa Banua masuk muatan lokal dalam rangka pelesatarian bahasa daerah. Tapi untuk budayanya ada tiga suku yaitu, suku Dayak, Bajau, dan Berau.

“Perdanya itu dari tahun 2018, kita berharap bahasa Banua itu masuk dalam muatan lokal. Sekarang kan bahasa-bahasa daerah mulai banyak yang punah, apalagi dengan teknologi kita sekarang,” jelasnya pada Selasa (5/4).

Ia mengatakan, sampai sekarang Peraturan Bupati (Perbup)nya belum turun. Dirinya sudah mengingatkan, bahkan sudah disampaikan supaya disambut baiklah Perda ini. Perda tersebut mengatur tentang kuliner, hari menggunakan baju batik Berau, dan acara pernikahan yang juga memakai tiga adat tadi. Kemudia ornamen-ornamen, kata dia, Perda itu lengkap sekali kalau ingin menunjukkan kearifan lokal Kabupaten Berau.

“Kita sudah mendorong Pemerintah Daerah. Makanya tadi saya tekankan peraturan daerah ini, ketika kami dari DPRD sudah sahkan tolong pemerintah daerah merespon untuk turunan Peraturan Bupatinya,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, memang tidak semua Perda ada aturan bupatinya. Tapi ada perda-perda tertentu yang tindak lanjutnya ada peraturan bupati. Sampai sekarang belum ada aturan bupatinya.

“Seperti di bandara kita menggunakan bahasa daerah, hal itu ada di perda, sudah kita tuangkan, itu perda inisiatif dari DPRD,” tegasnya.

Berkaitan dengan budaya, dirinya sangat menjunjung tinggi kearifan lokal, apalagi tema RKPD kita berbasis kearifan lokal. Kalau memang tidak dijadikan muatan lokal barangkali bisa dijadikan ekskul. Paling tidak memulai terlebih dahulu. dikatakannya, dari Dinas pendidikan mengakui terkendala dengan tenaga pengajar atau SDMnya.

“Dan kita akan lakukan secara bertahap, paling tidak ada progresnya. Yang paling terpenting tadi peraturan bupatinya. Jangan sampai perda-perda itu hanya sebagai pemajang saja, arsip saja, yang penting itu implementasinya ke masyarakat,” tutupnya.

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU