24 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

Antisipasi Stok Sembako di Bulan Ramadhan Ketua DPRD Berau Sidak Bulog

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani kembali melakukan sidak di Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau, dalam rangka persiapan menyambut bulan suci Ramadan pada Jumat (1/4/22) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Madri Pani didampingi Kabag Ekonomi Setkab Berau, Kamaruddin. Menurut Madri Pani, sidak tersebut merupakan langkah untuk mengantisipasi kelangkaan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging beku.

“Tujuannya ingin memastikan apakah beras kita cukup. Begitu juga dengan minyak goreng, gula, dan daging,” ucapnya.

Dirinya pun menegaskan, jangan sampai masyarakat Berau menjadi korban karena kelangkaan bahan pokok.

Diketahui menjelang Ramadan dan Idul Fitri kebutuhan masyarakat akan mengalami kenaikan. Sehingga, dilakukan pemeriksaan stok tersebut.

“Tadi Kepala Perum Bulog mengatakan, untuk beras aman, gula akan datang lagi. Begitu juga untuk Migor,” tambahnya.

Ia berharap kepada Bulog agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Berau. Sehingga dalam pelaksanaan ibadah puasa nantinya, masyarakat tidak harus mengantre untuk mendapatkan kebutuhan bahan pokok.

“Jangan ada lagi lah masyarakat mengantre, ” tutur Madri.

Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau, Apriansyah mengatakan, stok beras yang tersedia di Bulog saat ini berjumlah 400 ton. Rerata kebutuhan konsumsi dalam sebulan mencapai 100 ton, maka stok yang ada mampu bertahan hingga empat bulan kedepan.

“Untuk beras belum ada rencana untuk penambahan,” ucapnya.

Sementara, untuk kebutuhan gula, saat ini masih terdapat sekitar enam ton dan diperkirakan sanggup bertahan hingga pasca hari raya Idul Fitri.

“Daging dalam dua minggu kedepan kita rencanakan akan datang stok baru lagi, karena stok yang ada saat ini hanya cukup untuk dua minggu,” ucapnya.

Ia menyampaikan tidak bisa stok daging terlalu banyak, karena lemari pendingin yang hanya ada satu unit, dan juga untuk menjaga kualitas.

Ia menambahkan, saat ini tidak ada stok minyak goreng yang tersedia di Perum Bulog. Ia menegaskan, pihaknya bukanlah produsen minyak goreng.

“yang Kita punya hanya sebatas merek saja, sedangkan kita tidak punya bahan baku ataupun pabrik pengolahan. Ketika bahan baku yang ada di produsen kosong, Perum Bulog tidak bisa produksi juga,” jelasnya.

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU