src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau. (Foto: Riska/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau terus mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum dan mencegah potensi sengketa di kemudian hari.
Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini telah menjalin komunikasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Berau untuk mengakselerasi proses sertifikasi tersebut. “Diharapkan seluruh tanah wakaf seperti masjid, madrasah, sekolah hingga pemakaman bisa memiliki sertifikat,” ujarnya.
Menurutnya, sertifikasi tanah wakaf menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi permasalahan hukum, terutama terkait klaim dari ahli waris. Ia menjelaskan, di sejumlah daerah lain telah terjadi kasus pengambilalihan tanah wakaf oleh ahli waris karena tidak memiliki legalitas yang kuat.
“Kalau tidak segera disertifikatkan, tanah wakaf bisa diambil alih oleh ahli waris. Dulu diwakafkan oleh orang tua atau kakek-nenek, tapi ketika nilai tanah meningkat, muncul konflik. Di Berau sejauh ini belum ada kasus seperti itu, tapi kita harus antisipasi sejak dini,” jelasnya.
Ia menambahkan, di beberapa daerah lain, tanah wakaf untuk musala sempat diperebutkan kembali oleh ahli waris dan dialihfungsikan menjadi tempat usaha. Hal ini terjadi karena belum adanya bukti kepemilikan yang sah secara hukum. Untuk itu, Kemenag Berau terus melakukan pendataan tanah wakaf dan hibah, kemudian melaporkannya ke BPN untuk diproses sertifikasinya. Tahun ini, pihaknya menargetkan 100 persil tanah wakaf dapat disertifikatkan. “Kita juga turun langsung ke kecamatan dan kampung-kampung untuk mengumpulkan data,” katanya.
Kata dia, program ini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga hingga ke kampung-kampung. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kampung agar data tanah wakaf bisa segera dihimpun dan diproses. “Semua wilayah kita data. Kalau belum masuk kuota tahun ini, kita siapkan untuk tahun depan. Yang penting sudah diukur lebih dulu,“ pungkasnya. (Riska)