23 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

Ketua DPRD Berau sidak ke Jobber Pertamina, Kampung Samburakat

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani beserta Kabag Ekonomi Setkab Berau, Kamaruddin, melakukan sidak ke Jobber atau depot mini BBM di Kampung Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur pada Kamis (31/3/22) lalu.

Ia menuturkan tujuan dilakukan sidak tersebut untuk memastikan kesiapan Jobber sebagai keterwakilan Pertamina dalam mendistribusikan BBM ke SPBU yang tersebar di Kabupaten Berau.

“Kami kesini hanya ingin memastikan bagaimana persiapan menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Madri menyoroti terkait kekosongan solar dan ingin memastikan pendistribusian bahan bakar tersebut sudah tepat dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan.

Namun, Madri merasa kecewa, dikarenakan pihak Jobber tidak mau memberikan data secara valid (transparansi data) sehingga dirinya berasumsi ada suatu hal yang disembunyikan, sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya kelangkaan solar di tengah masyarakat Berau.

“Mereka tidak mau menunjukan data real di lapangan, hanya memberikan data rencana distribusi,” tutur Madri.

Sementara, berdasarkan data perencanaan dan pembagian kuota yang diberikan pihak Jobber, diketahui pada bulan Maret 2022 kuota untuk Kabupaten Berau sesuai dengan perencanaan, yaitu di bulan Maret untuk Berau sejumlah 1080 ton dan untuk Bulungan 1568 ton.

“Ini sangat disayangkan, terdapat perbedaan yang tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan ton,” tegasnya.

Harusnya, yang diprioritaskan adalah pemenuhan kebutuhan di Kabupaten Berau, hal ini karena ruang lingkup yang lebih besar dan jumlah SPBU yang lebih banyak itu dari Kabupaten Bulungan.

Selanjutnya, pihaknya akan memanggil penanggungjawab dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk memberikan klarifikasi serta menyerahkan data yang lengkap.

“Yang menjadi pertanyaan ini mengapa jumlah rencana distribusi ke Bulungan jauh lebih besar daripada Berau, sementara masyarakat berau sulit mendapatkan BBM solar. Kalaupun ada, harus mengantre panjang, saya menduga ini ada permainan dari pihak jobber, entah menyalahgunakan wewenang atau seperti apa,” jelasnya.

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU