src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Foto : Anggota DPRD Kukar, Jamhari.(sumber : Andri/Headlinekaltim)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Anggota DPRD Kukar asal Daerah pemilihan Loa Kulu-Loa Janan Jamhari mengapresiasi budaya sebagian warga Desa Jembayan yang rela bayar iuran demi kebersihan lingkungan dari sampah. ”Sebagian warga Jembayan ada yang rela membayar iuran kebersihan tiap bulannya,” ucap Jamhari, kemarin.
Jamhari yang kebetulan bertempat tinggal di Jembayan menuturkan, iuran kebersihan yang dibayar warga dikoordinir oleh sekelompok warga yang mengelola sampah mulai dari mengambil sampah dari rumah warga, kemudian dibuang ke TPA Bekotok Tenggarong. ”Dana kebersihan untuk perawatan dan operasional seperti beli solar truk sampah,” jelasnya.
Besaran iuran kebersihan, sebut Jamhari, bervariasi per Kepala Keluarga (KK). Ada yang membayar RP 20.000,- s/d Rp 50.000. Bergantung pada jumlah orang yang tinggal dalam satu rumah atau bangunan. Jika banyak jumlah jiwa, maka pembayaran iuran kebersihan bisa lebih besar. ”Persoalan kebersihan sampah persoalan kita semua,” sebutnya.
Kades Jembayan Erwin mengakui belum semua warga RT berpartisipasi membayar iuran kebersihan. Penanganan sampah di Jembayan mengandalkan swadaya warga dan bantuan pemerintahan desa. ”Karena desa kami tidak mendapatkan bantuan penanganan sampah dari Pemkab,” tutupnya.(Andri)