src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pasar Tumpah Dikeluhkan Pedagang Pasar Mangkurawang, Disperindag: Rumit Menertibkan

Pasar Tumpah Dikeluhkan Pedagang Pasar Mangkurawang, Disperindag: Rumit Menertibkan

2 minutes reading
Wednesday, 15 Apr 2026 16:15 4 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar tidak bisa menertibkan pedagang pasar tumpah dibeberapa lokasi Tenggarong yang disinyalir menjadi penyebab sepinya penjualan di pasar Mangkurawang. ‎
‎”Bukan kewenangan kami menertibkan pedagang pasar tumpah,” ucap Plt.Kadisperindag Kukar, Sayid Fathullah, kemarin.

‎Dia menyebut, kewenangan ada pada Satpol PP atau pemerintah kecamatan. Bahkan, dia mengakui rumitnya menertibkan pedagang pasar tumpah karena banyak yang berdagang di ruko milik sendiri atau menyewa ruko. Ada juga pemilik halaman rumah membolehkan orang berdagang karena faktor kasihan.

‎”Sudah kebiasaan pembeli tidak mau repot, masih duduk dimotor masih bisa beli. Yang mana jaraknya lebih dekat, itu yang dipilih untuk membeli barang,” ucapnya.

‎Ada juga pasar tumpah seperti pasar malam yang digelar di beberapa titik kecamatan Tenggarong. Pasar tersebut dikelola oleh RT yang ada di kelurahan-kelurahan. Pasar malam ada yang sudah eksis lebih dari 10 tahun, seperti pasar malam lapangan pemuda. ‎”Jika ingin diarahkan masuk ke pasar Mangkurawang, kami siap saja karena tempat dan petak tersedia,” pungkasnya.

‎Pedagang pasar Mangkurawang, Siti mengeluh, penjualan dagangannya sepi karena maraknya pedagang pasar tumpah seperti di Jalan Danau Semayang. Pembeli fokus belanja di pasar tumpah. ‎”Kalau semua pedagang dipusatkan ke pasar Mangkurawang, jadi pembeli pada belanja disini. Selagi masih ada pedagang di luar, maka sepi pembeli di sini,” keluhnya.

‎Seorang pedagang di Jalan Danau Semayang yang minta namanya tidak disebut membantah bahwa berjualan di luar pasar ramai pembeli. Dia mengaku sejak akhir tahun lalu, penjualan tidak seperti dulu. ‎”Sepi juga, barang saya kadang banyak tidak habis. Mungkin lagi krisis ekonomi, masyarakat kurangi belanja di pasar,” keluhnya.(Andri)


banner pemkab berau baru
LAINNYA
x