src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Cegah Kebakaran Sejak Dini, BPBD Samarinda Wajibkan APAR di Setiap Rumah dan RT

Cegah Kebakaran Sejak Dini, BPBD Samarinda Wajibkan APAR di Setiap Rumah dan RT

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Apr 2026 12:55 92 Anjhu Anggia

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah melalui BPBD terus menguatkan kampanye APAR Samarinda, pencegahan kebakaran, BPBD Samarinda, alat pemadam api ringan, dan kebakaran rumah sebagai langkah mitigasi risiko di lingkungan permukiman. Keberadaan APAR Samarinda dinilai penting untuk merespons kebakaran sejak dini sebelum api membesar.

Dilansir dari keterangan BPBD Kota Samarinda, masyarakat didorong untuk menyediakan alat pemadam api ringan di rumah masing-masing sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran. Langkah ini juga menjadi bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran rumah yang kerap terjadi di kawasan padat.

Subkoordinator Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda, Hamzah, menjelaskan bahwa kampanye penggunaan APAR Samarinda telah lama dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran. Warga diimbau memilih ukuran APAR yang sesuai kebutuhan rumah tangga.

“Terus apa lagi supaya menghindari kebakaran? Siapkan tabung APAR. Ini teman-teman dari Dinas Pemadam Kebakaran sudah sering mengampanyekan ini. Enggak usah besar-besar ya. Ada yang 3 kilo kayak tabung gas LPG itu atau yang setengahnya ada yang 1,5 kilo atau yang 500 gram itu bisa yang semprot-semprot itu yang biasa ditaruh di mobil warna merah. Nah, itu bisa,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan alat pemadam api ringan terbukti efektif dalam menangani kebakaran skala kecil. Respons cepat warga menggunakan APAR Samarinda dapat mencegah api meluas dan memperkecil kerugian.

“Jadi contoh kayak kemarin kejadian, ada motor terbakar, ada bapak-bapak yang punya mobil, dia nolong dengan gunakan APAR tadi, nyemprot. Nah, mati apinya. Nah, itu memudahkan kita kalau terjadi api kecil yang bisa segera ditangani,” katanya.

BPBD Samarinda juga mendorong penyediaan APAR Samarinda tidak hanya di rumah, tetapi juga di tingkat rukun tetangga (RT). Terutama di kawasan padat penduduk, keberadaan alat pemadam api ringan dinilai sangat krusial untuk mendukung pencegahan kebakaran secara kolektif.

“Iya. Bahkan kemarin itu karena memang ada program Purbaya, di setiap RT kami sarankan juga tidak hanya rawan banjir, rawan longsor. Nah, kalau daerahnya padat pemukiman kan rawan terbakar. Paling tidak itu di RT tersebut ada satu tabung APAR di pos kamling atau apa gitu ya yang kalau misalnya itu digunakan untuk menolong warga sekitarnya supaya bisa dipadamkan duluan sambil menunggu dari tim pemadam datang seperti itu,” ujarnya.

Dari sisi efektivitas, APAR Samarinda dinilai lebih cepat dalam memadamkan api dibandingkan air, terutama pada fase awal kebakaran. Sistem semprot berbasis serbuk mampu memutus rantai api dengan lebih efektif.

“Iya, karena dia kan sistemnya spray, langsung menyemprotkan bubuk, serbuk tadi untuk mematikan api, menghilangkan segitiga apinya. Nah, kalau tidak ada tadi air di rumah,” katanya.

Selain penyediaan alat, edukasi pencegahan kebakaran juga terus dilakukan oleh BPBD Samarinda dan Dinas Pemadam Kebakaran. Pelatihan sederhana diberikan kepada masyarakat agar mampu menangani situasi darurat secara mandiri.

“Makanya kadang-kadang ada teman-teman dari Damkar yang bidang pencegahannya dia juga melakukan kampanye itu di RT, ibu-ibunya dilatih bagaimana cara matikan gas LPG kalau ada api terus gunakan kain, apakah handuk, handuk itu dibasahi terus dipakai untuk mematikan apinya biasanya di kompor seperti itu,” tuturnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menyediakan APAR Samarinda, diharapkan upaya pencegahan kebakaran dapat berjalan lebih optimal. Kesiapsiagaan di tingkat rumah tangga dan lingkungan menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran rumah di Kota Samarinda.

Artikel Asli baca di rri.co.id

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x