src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kalimantan Timur terus memperkuat konservasi laut Kaltim sebagai langkah menjaga ekosistem pesisir dan kekayaan maritim yang dimiliki. Dilansir dari konservasilaut.id, Indonesia telah menetapkan lebih dari 400 kawasan konservasi perairan yang mencakup luas sekitar 29,3 juta hektare hingga Februari 2025. Kawasan tersebut berfungsi melindungi berbagai ekosistem penting seperti terumbu karang, hutan mangrove, hingga padang lamun yang menjadi bagian vital dalam konservasi laut Kaltim dan wilayah lainnya.
Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Yuliana Nidyasari, menjelaskan bahwa implementasi konservasi laut Kaltim tersebar di enam kabupaten dan kota yang memiliki wilayah pesisir. Ia menegaskan bahwa Kota Samarinda tidak termasuk dalam wilayah konservasi tersebut.
Menurut Yuliana, sejumlah daerah yang telah ditetapkan sebagai bagian dari kawasan konservasi perairan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan antara lain Kabupaten Berau, Bontang, dan Kutai Kartanegara. Wilayah-wilayah ini menjadi fokus dalam penguatan pelestarian laut dan perlindungan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan konservasi laut Kaltim tidak hanya berfokus pada perlindungan kawasan, tetapi juga mencakup monitoring rutin untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga. Pemerintah daerah terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas di kawasan tersebut agar tidak merusak ekosistem yang ada.
Selain itu, aspek pemberdayaan masyarakat pesisir juga menjadi bagian penting dalam konservasi laut Kaltim. Edukasi dan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta manfaat jangka panjang dari pelestarian laut.
“Kemudian ada pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mengenal kawasan di dalamnya dengan melakukan sosialisasi,” ujar Yuliana.
Pemerintah juga mengembangkan berbagai program pendukung, seperti penyusunan regulasi serta pelatihan bagi masyarakat guna mendukung keberlanjutan konservasi laut Kaltim. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan perlindungan lingkungan.
Melalui upaya terpadu ini, konservasi laut Kaltim diharapkan tidak hanya menjaga kekayaan laut, tetapi juga memperkuat ketahanan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Artikel Asli baca di rri.co.id