24.4 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Terpidana Korupsi Bayar Uang Pengganti Kasus Pengadaan Lahan Sepak Bola

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri Berau telah melakukan eksekusi pidana tambahan kepada Abdul Mukti Syarif (AMS) pada Selasa, 24 Mei 2022 kemarin.

Eksekusi pidananya berupa uang pengganti dalam perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan lahan sepak bola di Rinding, Kecamatan Teluk Bayur pada tahun 2004 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Berau, Nislianudin menyampaikan, jumlah uang yang diserahkan pihak AMS senilai Rp 1.110.175.000, sesuai dengan kerugian negara yang disebabkan kasus korupsi pengadaan lahan sepak bola di Rinding.

“Dengan dibayarnya kerugian negara itu, maka terdakwa tidak perlu menjalani tambahan waktu penahanan selama dua tahun,” jelasnya, kemarin.

Kata dia, uang tersebut dibayar secara tunai setelah dilakukan penarikan di Bank Kaltimtara Berau oleh pihak AMS. Selanjutnya, uang tersebut diserahkan ke Kejaksaan Negeri Berau.

“Jadi uang ini akan kami setor ke kas negara sebagai PNBP dari hasil pembayaran ganti rugi,” tuturnya.

Nislianudin menyebutkan, negara melalui Kejari Berau juga sudah melakukan perampasan satu unit rumah beserta tanah yang berlokasi di Perumahan Berau Indah, Jalan Durian, Kecamatan Tanjung Redeb.

Perampasan rumah dan sebidang tanah milik AMS itu, terangnya, merupakan perintah undang-undang serta hukuman atas perbuatan terdakwa yang telah melakukan tindak pidana korupsi.

Dirinya menambahkan, terkait dua kasasi terdakwa lainnnya dalam kasus yang sama, Kejari belum menerima putusannya. Bahkan, pihaknya juga sudah menanyakan tindak lanjut dari putusan itu ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Tipikor Samarinda.

“Sampai sekarang kami belum menerima putusan kasasi terdakwa lain dalam perkara yang sama,” jelasnya.

Sebelumnya, Abdul Mukti Syarif (AMS), terdakwa kasus korupsi sempat dibebaskan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Samarinda, Juni 2021 lalu, atas perkara pengadaan lapangan sepak bola di Kecamatan Teluk Bayur. Dia kemudian dieksekusi Kejaksaan Negeri Berau atas putusan kasasi MA.

Nislianudin mengatakan, eksekusi itu dilakukan pada Selasa, 26 April 2022 di kediamannya komplek perumahan Berau Indah, Jalan Durian III, Tanjung Redeb setelah permohonan kasasi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum diterima MA pada 22 Maret lalu. Hal ini berdasarkan petikan putusan Mahkamah Agung nomor 1305K/Pid.Sus/2022 tanggal 22 Maret.

“Terdakwa AMS terbukti secara sah bersalah dan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” terangnya.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 6 tahun, dan pidana denda Rp 300 juta. Dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan 6 bulan,” demikian putusan kasasi yang dikutip oleh Nislianuddin..

MA juga menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa, untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.110.175.000.

Penulis: Riska

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU