src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Deforestasi yang disebabkan oleh pembukaan hutan untuk kepentingan ekonomi menjadi penyumbang emisi karbon. Pemkab Berau terus berupaya agar penurunan emisi karbon mencapai target. (ilustrasi dari kompas.com) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pengawas Lingkungan Hidup Sub Koordinator Pemeliharaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup DLHK Berau, Ibrahim Nur menjelaskan,
Kabupaten Berau berhasil menurunkan 403.903 ton emisi karbon pada tahun 2021 lalu.
Berau berhasil melampaui target penurunan emisi dari aksi mitigasi yang sudah dilakukan. Penghitungan tersebut berdasarkan perubahan hutan lahan yang diinput ke dalam aplikasi Aksara, aplikasi penghitungan emisi karbon.
“Aksi mitigasi penurunan emisi karbon tersebut bisa dilakukan dari berbagai sektor, yakni sektor perkebunan, pertanian hingga perikanan. Karena semua program pembangunan yang dijalankan harus ramah lingkungan,” katanya pada Senin, 30 Mei 2022.
Dirinya memberikan contoh dari sektor pertanian, para petani dapat berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon dengan cara menggunakan pupuk organik dan bibit yang ramah lingkungan.
“Kalau menghitung dari jumlah sampah yang dihasilkan per tahun, nantinya, semua data diinput ke dalam sistem dan hasilnya akan keluar pada akhir tahun,” tuturnya.
Kontribusi terbesar, kata dia, berasal dari sektor perkebunan. Seperti pengembangan kebun kelapa sawit karena kegiatan tersebut yang paling memengaruhi alih guna hutan alam dan peningkatan cadangan karbon. Sekitar 24 persen deforestasi berasal dari peralihan menjadi kebun kelapa sawit.
“Yang meningkatkan emisi karbon hanya pembukaan awal saja. Jika sudah ada yang tumbuh, karbon akan mulai tersimpan. Hanya saja persentasenya akan berbeda. Tapi, semakin banyak yang kita tanam atau tumbuh alami semakin banyak emisi karbon yang bisa diturunkan,” jelasnya.
Lanjut dia, dari semua aksi mitigasi yang dilakukan, target per tahun selalu tercapai. Seperti, tahun lalu sebanyak 403.903 ton emisi karbon yang berhasil diturunkan. Sedangkan, untuk target tahun ini sebanyak 391.466 ton emisi karbon.
“Kami optimistis target tahun ini juga akan tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, jika target penurunan emisi karbon tidak mencapai target, akan dilakukan evaluasi terhadap sektor mana yang belum maksimal.
“Jika memang tidak tercapai, kami akan mengusulkan kepada Bupati untuk menahan izin pembukaan lahan pertanian atau perkebunan. Karena sektor tersebut paling berkontribusi,” bebernya.
Dirinya juga menyebutkan, tugas penurunan emisi karbon bukan hanya dari pemerintah saja. Tapi, setiap individu dapat berpartisipasi dan berkontribusi dengan cara menghemat listrik dan air.
“Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat agar ikut berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon untuk memperlambat perubahan iklim,” tutupnya.
Penulis: Riska
Editor: MH Amal