src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Guru Kukar Dilatih Koding dan Kecerdasan Artifisial

Guru Kukar Dilatih Koding dan Kecerdasan Artifisial

2 minutes reading
Monday, 14 Jul 2025 23:26 483 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sebanyak 40 guru berkumpul di aula SMKN 2 Tenggarong guna mengikuti pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial garapan LPD Jully Tjindrawan Robotik bersama Disdikbud Kaltim cabang III wilayah Kukar.

“Pelatihan ini dari 13-17 Juli,” ucap Tutor Nasional, LPD Jully Tjindrawan Robotik, Nursobah, Senin 14 Juli 2025.

Dosen senior di STIMIK Wicida Samarinda ini menambahkan, nantinya akan ada pelatihan lanjutan In satu, on job 2 dan 3 hingga final pada sesi evaluasi dan persentasi pelajaran mendalam sehingga lama pelatihan bisa memakan waktu selama tiga bulan.

“Akan dievaluasi juga, bukti mengajar akan terlihat apakah materi selama pelatihan sudah diterapkan,” ujarnya.

Ia meyakini, Koding dan Kecerdasan Artifisial akan membuat guru dan siswa semakin aktif. Guru sudah tidak bisa mengeluh karena sudah tersedia pendukungnya di AI. Kita harus menyambut situasi perkembangan zaman yang sudah trend di negara maju seperti AS dan China.

“Presiden kita sengaja mendorong kecerdasan buatan untuk sambut Indonesia Emas tahun 2045,” jelasnya.

Sebelumnya, lembaga yang sudah konsen di dunia robotik selama 20 tahun ini sudah memberikan pelatihan yang sama untuk jenjang SD dan SMP se-Kukar. Materi dalam pelatihan meliputi, berfikir komputansional, analisis data, produksi desiminasi konten, pemahaman dasar AI dan Etika AI dan prompt enginering.

“Penguasaan Koding dan kecerdasan Artifisial lebih mudah, didukung dengan jaringan internet yang kuat. Orang yang tidak biasa menguasai komputer, juga akan bisa asal mau belajar AI,” tegasnya.

Kasi SMA Disdikbud Kaltim cabang III Ahmad Badwi menyebut, kurikulum pendidikan di Indonesia sudah banyak berubah. Guru jangan banyak mengeluh dan harus berubahan dan berbenah diri. Banyak belajar agar pemikiran tidak buntu, terutama belajar penguasaan teknologi.

“Pentingnya pelajaran teknologi agar bisa diaplikasi di sekolah nanti. Koding dan kecerdasan artifisial akan menjadi mata pelajaran tersendiri. Bersyukurlah bisa mengikuti pelatihan ini karena untuk mengikuti pelatihan ini dilakukan proses seleksi,” pungkasnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x