src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sepekan Pascalebaran, Terminal Bus Sungai Kunjang Tetap Sepi

Sepekan Pascalebaran, Terminal Bus Sungai Kunjang Tetap Sepi

2 minutes reading
Wednesday, 19 May 2021 17:24 880 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Arus balik pascalebaran Idulfitri 1442 Hijriah yang diperkirakan puncaknya di H+7 tak terlihat di terminal bus Sungai Kunjang, Samarinda, Rabu 19 Mei 2021.

Hasil pantauan headlinekaltim.co, ada sekitar 10 unit armada bus dengan tujuan Banjarmasin, Balikpapan dan Kota Bangun tengah mengantre di dalam area terminal. Beberapa PO bus juga sudah memulai pelayanan penjualan tiket.

Sepekan Pascalebaran, Terminal Bus Sungai Kunjang Tetap Sepi

Eko Novianto. (ningsih/headlinekaltim.co)

Namun, hanya sedikit penumpang yang terlihat hendak menumpang bus. Hanya sopir dan pedagang serta petugas dari kepolisian dan Dishub yang lalu lalang. Beberapa petugas gabungan juga berada di pos penjagaan yang disiapkan di pintu masuk dan keluar kendaraan.

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Sungai Kunjang Eko Novianto mengatakan, sebelum lebaran hingga saat H+7, terminal tidak pernah mengalami lonjakan penumpang.

Kondisi itu sudah terjadi sejak pandemi COVID-19 melanda Kaltim. Jumlah penumpang yang berangkat terus menurun sehingga memengaruhi jumlah armada bus yang beroperasi.

Justru, kata Eko, sempat ada penambahan jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal bus Sungai Kunjang di tanggal 4 Mei lalu, yakni 2 hari sebelum larangan mudik diberlakukan.

“Tempo hari ada sempat tanggal 4 Mei jurusan Banjarmasin, banyak penumpangnya. Itu sehari berangkat sampai 10 bus. Karena tanggal 6 Mei sudah tidak boleh beroperasi. Dia mengejar tanggal 5 Mei sudah harus sampai tujuan yang dari Banjarmasin maupun Samarinda. Jadi tanggal 6 Mei tidak ada yang operasi,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Eko, saat imbauan larangan mudik, bus antarkota dalam provinsi tidak yang berangkat. Namun, untuk bus antarkota seperti Balikpapan dan Kota Bangun, tetap diizinkan beroperasi dengan catatan harus mengantongi surat keterangan yang dikeluarkan oleh UPTD Terminal.

“Surat jalan dibawa, karena sewaktu-waktu ada pemeriksaan, dia (sopir, red) bisa memperlihatkan surat ini. Jadi tidak masalah bis antarkota tetap beroperasi,” katanya.

Meski begitu, nyatanya penumpang bus antarkota juga sepi. Bahkan sejak tanggal 6 hingga 17 Mei, jumlah penumpang rata-rata dalam sehari yang berangkat dari Terminal bus Sungai Kunjang kurang dari 20 orang.

Persyaratan penumpang menyerahkan hasil tes antigen juga membuat masyarakat berpikir dua kali untuk naik bus. Sebab, biaya pemeriksaan lebih mahal dibanding harga tiket bus sekali jalan.

“Sehari sebelum lebaran sampai kini, bus yang berangkat sehari 1, kadang 2, kadang 3. Hanya tanggal 4 Mei sampai 10 bus, itu dari pagi sampai malam. Tapi kalau penumpang, terutama jurusan Balikpapan paling yang naik dari sini 1 kadang sampai 4 atau 5,” tutupnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x