src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Korban Tindak Kekerasan Dinsos Kukar, Sunarko.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan kepada korban tabrak lari di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, yang diketahui berstatus sebagai warga terlantar. Selain memantau kondisi korban, Dinsos juga membantu memastikan biaya pengobatan dapat ditanggung melalui program BPJS Kesehatan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Korban Tindak Kekerasan Dinsos Kukar, Sunarko, menjelaskan bahwa korban saat ini masih menjalani perawatan di RSUD A.M. Parikesit Tenggarong Seberang.
Sunarko mengungkapkan, berdasarkan pengakuan korban, dia merupakan mantan narapidana dan sempat kebingungan mencari tempat tinggal setelah bebas. Akhirnya, korban menetap di sebuah rumah yang berada di dekat masjid di kawasan Loa Ipuh Darat. “Korban suka membantu bersih-bersih masjid,” ujar Sunarko, Kamis 16 Juli 2026.
Insiden terjadi saat korban hendak menyeberang jalan untuk melakukan aktivitas membersihkan masjid. Saat menyeberang, korban ditabrak kendaraan yang kemudian langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan.
Beruntung, warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan bantuan dan membawa korban ke RSUD A.M. Parikesit agar mendapatkan penanganan medis. Untuk meringankan beban biaya perawatan, Dinsos Kukar segera memproses kepesertaan BPJS Kesehatan bagi korban melalui skema tanggungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. “Untuk meringankan pembiayaan berobat, korban didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan tanggungan Pemkab,” katanya.
Selama menjalani perawatan, korban diketahui lebih banyak mendapat bantuan dari warga sekitar. Upaya Dinsos untuk menghubungi keluarga korban juga belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Menurut Sunarko, pihaknya telah menghubungi anak korban agar dapat mendampingi ayahnya. Namun, permintaan tersebut tidak mendapat respons positif. Dinsos kemudian mencoba menghubungi orang tua korban yang berada di Muara Kaman, tetapi kondisi kesehatannya juga tidak memungkinkan untuk memberikan perawatan.
Tak berhenti di situ, Dinsos juga menghubungi mantan istri korban yang tinggal di Kabupaten Kutai Timur. Namun, keluarga tersebut juga mengaku belum mampu memberikan bantuan. “Kami hubungi mantan istrinya di Kutai Timur, ternyata tidak bisa bantu juga. Akhirnya korban yang saat ini kepayahan, dirawat warga di Loa Ipuh Darat,” jelasnya.
Sunarko mengapresiasi kepedulian warga Loa Ipuh Darat yang tetap memberikan perhatian kepada korban meski tidak memiliki hubungan keluarga. Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi faktor penting dalam membantu proses pemulihan korban.
Ia menambahkan, persoalan keluarga yang enggan menerima kembali anggota keluarganya bukan kali pertama ditemui Dinsos Kukar dalam menangani kasus warga terlantar. “Beberapa kali kami temui seperti itu, kami ingin pulangkan ke rumah keluarganya, justru keluarganya yang tidak mau menerima atau merawat anggota keluarganya,” tegasnya.
Dinsos Kukar memastikan akan terus memantau kondisi korban tabrak lari ini hingga proses pemulihan selesai, sekaligus berupaya memberikan pendampingan sosial agar korban memperoleh perlindungan dan hak-haknya sebagai warga yang membutuhkan bantuan. (Andri)