src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kapal Nelayan Terbalik di Muara Manggar, 1 Korban Hilang

Kapal Nelayan Terbalik di Muara Manggar, 1 Korban Hilang

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Jul 2026 09:08 24 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sebuah kapal dengan empat nelayan dilaporkan terbalik setelah dihantam gelombang besar saat memasuki perairan Muara Manggar, Kota Balikpapan, Kamis 16 Juli 2026 malam. Akibat kejadian tersebut, satu orang masih dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Peristiwa itu dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan sekitar pukul 20.35 WITA. Tim Rescue kemudian bergerak menuju lokasi kejadian dan tiba di titik pencarian pada pukul 21.25 WITA untuk berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan sebelum memulai operasi pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika kapal sempat kandas sebelum akhirnya dihantam gelombang besar sekitar pukul 19.40 WITA saat memasuki muara. Dari empat orang yang berada di atas kapal, tiga nelayan berhasil menyelamatkan diri. Mereka masing-masing bernama Ruding, Sofian, dan Sukri. Sementara seorang nelayan lainnya, Alan, hingga Jumat dini hari masih belum ditemukan.

Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga pukul 00.30 WITA. Namun, upaya pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada hari kedua sesuai rencana operasi SAR.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, S.E., M.M., mengatakan pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel yang bertugas. “Tentunya pencarian akan kami upayakan pada malam hari ini, namun mengingat jarak pandang yang terbatas, pelaksanaan pencarian akan kami sesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Selain memastikan pencarian terus berlangsung, Endrow juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Menurutnya, kondisi cuaca saat ini masih berpotensi membahayakan pelayaran, terutama akibat angin kencang dan gelombang yang cukup tinggi. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih berhati-hati karena saat ini kondisi cuaca, terutama angin dan gelombang, masih cukup tinggi dan berpotensi membahayakan aktivitas di perairan,” tambahnya.

Operasi pencarian korban melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan bersama BPBD Kota Balikpapan, Satbrimob Polda Kalimantan Timur, Balawisata Dispora Kota Balikpapan, Babinsa Manggar, Bhabinkamtibmas Manggar, nelayan setempat, serta keluarga korban.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car Type II, Rubber Boat, Rigid Buoyant Boat (RBB), peralatan SAR air, perlengkapan selam, perangkat komunikasi, hingga peralatan medis guna mendukung proses pencarian secara maksimal.

Tim SAR berharap kondisi cuaca mendukung sehingga pencarian terhadap korban yang masih hilang dapat berjalan lebih optimal. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban juga diimbau segera melapor kepada petugas agar dapat mempercepat proses pencarian. (*/ama)

LAINNYA
x