src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dispar Kaltim Promosikan Destinasi Wisata Berbasis Konservasi Alam

Dispar Kaltim Promosikan Destinasi Wisata Berbasis Konservasi Alam

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Jun 2026 14:00 16 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BONTANG – Bontang Mangrove Park menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur yang menggabungkan konsep konservasi alam, edukasi lingkungan, dan pariwisata berkelanjutan. Kawasan ekowisata ini menawarkan pengalaman menyusuri hutan mangrove yang luas sekaligus mengenal pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Bontang Mangrove Park (BMP) dinilai sebagai contoh sukses pengembangan wisata berbasis konservasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menyebut keberadaan kawasan tersebut membuktikan bahwa pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan Bontang Mangrove Park tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat setempat.

Model pengelolaan yang diterapkan di kawasan ini bahkan mendapat apresiasi dari Komisi IV DPR RI. Kawasan tersebut dinilai layak dijadikan contoh nasional dalam pengembangan ekowisata yang berorientasi pada konservasi lingkungan.

“Model kolaborasi pariwisata seperti ini, dapat direplikasi kabupaten/kota lainnya agar kekayaan alam daerah tetap lestari,” kata Ririn dikutip dari Kantor Berita Antara Kaltim, Rabu (3/6/2026).

Bontang Mangrove Park berada di kawasan Taman Nasional Kutai dan memiliki hamparan hutan mangrove seluas 279 hektare. Pengunjung dapat menikmati keindahan kawasan tersebut melalui jembatan kayu ulin sepanjang 2,15 kilometer yang membentang di tengah hutan mangrove.

Jalur wisata itu memungkinkan wisatawan menikmati suasana alam pesisir Kalimantan yang masih asri. Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi pemandangan hijau yang teduh dan suasana alami yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Selain menyajikan panorama alam, Bontang Mangrove Park juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan. Wisatawan dapat mempelajari berbagai jenis vegetasi mangrove yang tumbuh di kawasan itu, termasuk Rhizophora dan Avicennia yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Daya tarik lainnya adalah keberadaan satwa liar yang hidup di habitat alaminya. Pengunjung berkesempatan melihat bekantan, monyet ekor panjang, hingga bangau tong-tong yang kerap menjadi objek favorit bagi fotografer dan pengamat satwa.

Keberadaan hutan mangrove tersebut juga memiliki manfaat ekologis yang besar. Akar bakau yang tumbuh rapat berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi serta mengurangi dampak gelombang laut yang menerpa kawasan pesisir.

Upaya konservasi yang dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan hasil positif. Luas kawasan mangrove yang pada 2002 tercatat sekitar 84,67 hektare kini berkembang menjadi 279 hektare, menandakan keberhasilan program pelestarian yang dijalankan.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Kalimantan Timur, Bontang Mangrove Park menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.

LAINNYA
x