src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Akhirnya, SMP Terbuka Jembayan Tengah Punya Gedung Sendiri

Akhirnya, SMP Terbuka Jembayan Tengah Punya Gedung Sendiri

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 20:56 8 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Setelah bertahun-tahun menempati bangunan sementara, SMP Terbuka Jembayan Tengah akhirnya memiliki gedung permanen yang lebih layak dan representatif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Sebelumnya, SMP Terbuka Jembayan Tengah masih menumpang di bekas kantor Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Pemerhati Masyarakat Loa Kulu (FPMLK). Kini, para siswa sudah dapat menikmati proses pembelajaran di gedung baru yang dibangun khusus untuk kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.

Kepala Desa Jembayan Tengah, Masnur, menyambut baik kehadiran gedung baru tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas pendidikan yang memadai merupakan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Kami bersyukur, anak-anak sudah pindah ke gedung yang baru,” ujar Masnur, Rabu (3/6/2026).

Masnur yang juga merupakan mantan guru menjelaskan, selama ini siswa harus belajar dengan fasilitas yang terbatas karena belum memiliki gedung sendiri. Padahal kebutuhan akan sekolah menengah pertama di wilayah itu cukup besar.

Menurutnya, apabila siswa harus melanjutkan pendidikan ke SMPN 9 Loa Kulu yang menjadi sekolah induk, mereka harus menempuh perjalanan hingga hampir 10 kilometer dari Desa Jembayan Tengah.

Jarak yang cukup jauh tersebut menjadi salah satu alasan utama dibentuknya SMP Terbuka Jembayan Tengah agar akses pendidikan bagi anak-anak desa tetap terjamin.

“Kebijakan ini diambil juga untuk mencegah kecelakaan jika anak membawa motor sendiri jarak jauh. Belum lagi, beberapa titik jalan dengan kondisi tanah pasir batu,” jelasnya.

Selain faktor keselamatan, keberadaan SMP Terbuka Jembayan Tengah juga dinilai penting untuk menekan angka putus sekolah. Masnur mengatakan, sebagian orang tua akan berpikir ulang menyekolahkan anaknya apabila lokasi sekolah terlalu jauh dari tempat tinggal.

Ia menjelaskan, SMP Terbuka Jembayan Tengah berada di Dusun Selingsing RT 3, sementara di wilayah desa tersebut terdapat empat sekolah dasar yang menjadi sumber calon peserta didik setiap tahunnya.

“SMP Terbuka berlokasi di Dusun Selingsing RT 3. Sedangkan jumlah SD di Jembayan Tengah ada empat sekolah,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Heriansyah, menilai keberadaan SMP Terbuka Jembayan Tengah merupakan langkah yang tepat untuk memperluas layanan pendidikan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari sekolah reguler.

Menurutnya, konsep sekolah terbuka memang dirancang untuk menjawab persoalan akses pendidikan, terutama di wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari sekolah definitif. “Kemungkinan kepadatan penduduk di Desa Jembayan Tengah lebih padat, makanya terdapat sekolah terbuka,” ujarnya.

Meski demikian, Heriansyah menegaskan pemerintah daerah tetap akan melakukan evaluasi terhadap jumlah peserta didik dan efektivitas operasional sekolah di masa mendatang.

Apabila jumlah siswa di beberapa sekolah berdekatan tidak mencukupi, maka opsi penggabungan sekolah bisa menjadi salah satu pertimbangan demi efisiensi penyelenggaraan pendidikan.

“Akan lebih efisiensi operasional sekolah, bisa digabungkan dua sekolah, agar jumlah murid yang bersekolah mencukupi ruang belajar kelas,” jelasnya.

Namun demikian, peluang SMP Terbuka Jembayan Tengah untuk berkembang menjadi sekolah definitif tetap terbuka. Pemerintah daerah akan mempertimbangkan peningkatan status sekolah apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi.

Persyaratan tersebut meliputi jumlah peserta didik yang memadai, ketersediaan tenaga pendidik, dukungan masyarakat, serta rekomendasi dari pemerintah desa setempat. “Jika syaratnya lengkap, Disdikbud akan proses kenaikan status sekolah tersebut,” pungkas Heriansyah.(Andri)

LAINNYA
x