src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gratispol Pendidikan Kaltim terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Program prioritas daerah ini tidak hanya membantu pembiayaan kuliah mahasiswa, tetapi juga menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pelaksanaan Gratispol Pendidikan Kaltim terus dievaluasi dan disempurnakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh mahasiswa yang memenuhi syarat.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah, mengatakan program tersebut memberikan peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah juga terus melakukan sosialisasi kepada kampus dan mahasiswa terkait mekanisme serta ketentuan program.
“Kami sudah melakukan sosialisasi ke kampus-kampus dan kepada mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, sehingga mereka perlu memahami mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujar Dasmiah saat menjadi narasumber dialog Publika TVRI Kaltim baru-baru ini.
Menurutnya, sejumlah kendala yang ditemukan selama pelaksanaan program umumnya berkaitan dengan pemahaman mahasiswa mengenai proses pendaftaran maupun komponen biaya pendidikan yang dapat ditanggung melalui Gratispol Pendidikan Kaltim.
Karena itu, pemerintah terus memberikan pendampingan dan penyebarluasan informasi kepada mahasiswa agar proses pengajuan bantuan pendidikan dapat berjalan lebih lancar dan sesuai prosedur.
Dasmiah menjelaskan, bantuan yang diberikan melalui Gratispol Pendidikan Kaltim disalurkan berdasarkan data yang diajukan mahasiswa dan telah melalui proses verifikasi oleh perguruan tinggi. Validitas data menjadi faktor penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Data yang kami gunakan berasal dari mahasiswa dan perguruan tinggi. Karena itu, ketepatan data sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program,” jelasnya.
Program ini terus menunjukkan peningkatan jumlah penerima manfaat. Pada 2025, Gratispol Pendidikan Kaltim telah menjangkau sekitar 25 ribu mahasiswa. Angka tersebut meningkat signifikan pada 2026 dengan jumlah penerima yang mencapai sekitar 60 ribu mahasiswa.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai program tersebut sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, berbagai langkah perbaikan tata kelola terus dilakukan, termasuk memperkuat koordinasi dengan perguruan tinggi serta menyempurnakan sistem pendataan penerima bantuan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sehingga bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang berhak dan membutuhkan.
Dalam kesempatan yang sama, Dasmiah mengingatkan mahasiswa yang belum menyelesaikan proses pendaftaran untuk segera melengkapi seluruh persyaratan sebelum batas akhir yang ditetapkan pada 30 Juni 2026.
Ia menegaskan keterlibatan aktif mahasiswa sangat menentukan keberhasilan program agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh penerima yang memenuhi ketentuan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapan kami, pelaksanaannya semakin tepat sasaran dan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Timur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh generasi muda daerah,” tutup Dasmiah.