src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ketua DPRD Kukar Beri Solusi atas Kelangkaan Pertalite

Ketua DPRD Kukar Beri Solusi atas Kelangkaan Pertalite

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Nov 2026 13:18 28 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani prihatin atas kelangkaan BBM jenis Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Namun, ia tidak hanya khawatir, tetapi juga menawarkan solusi atas masalah tersebut.

“Pengakuan Pertamina, pengiriman Pertalite sesuai permintaan yang dikeluarkan pemerintah,” ujar Yani, Senin (2/11/2026), di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar.

Jika Pertamina memang telah mengirimkan sesuai permintaan daerah, berarti ada masalah di tingkat SPBU yang menyalurkan BBM ke masyarakat. Apakah pasokan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab demi mendapatkan keuntungan lebih?

“Jika ada melakukan praktik kejadian pengiriman, bisa kita libatkan Aparat Penegak Hukum (APH) atau aparat pemerintah untuk melakukan pengawasan di lapangan. Kasihan juga masyarakat, harus mengantre Pertalite satu sampai dua jam,” tegasnya.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang membahas kelangkaan Pertalite, muncul dugaan pengertian barcode ganda, pelat nomor palsu, pengetapan, hingga pengisian berulang-ulang. Yani memikirkan hal itu yang membuat Pertalite cepat habis di SPBU. Diperlukan komitmen bersama agar pelayanan energi di Kukar dapat terpenuhi.

“Kalau yang ngisi orangnya itu-itu saja, pasti cepat habis. Kan ideal satu tangki full bisa sampai dua hingga tiga hari. Ini sebentar-sebentar ngisi. Sistemnya harus dibenahi,” jelas Yani.

Kekecewaan juga disampaikan Akbar Haka, anggota Fraksi PDIP yang satu partai dengan Ketua DPRD. Ia kecewa karena antrean Pertalite masih terjadi di SPBU di Tenggarong dan wilayah lain di Kukar.

“Padahal Kukar kaya, dengan sumbangsih pendapatan negara yang besar dari Kukar, tetapi mendapat perlakuan jatah Pertalite yang minim,” ungkapnya.

Akbar berharap antrean berjam-jam untuk mengisi Pertalite tidak terulang lagi. Ia juga berharap pemadaman listrik yang sering terjadi tidak berulang-ulang agar masyarakat tidak mengalami kerugian dalam jangka waktu yang lama.

“Yang merasakan dampak kerugian pasti masyarakat,” tegas Akbar. (Andri/Advertorial)

LAINNYA
x