src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Foto ilustrasi perekrutan TNI AD (Antara foto/Aditya Nugroho)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sebanyak 122 putra daerah Kalimantan resmi dinyatakan lolos dalam seleksi Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata TNI AD 2025) Gelombang II di wilayah Kodam VI/Mulawarman. Jumlah itu setara dengan 24,4 persen dari total 499 peserta yang berhasil melewati seleksi ketat dan berhak mengikuti pendidikan militer tahap pertama.
Keberhasilan tersebut dianggap sebagai bukti nyata bahwa rekrutmen TNI kini semakin terbuka dan menjunjung tinggi prinsip keberagaman. Menurut Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, tidak ada ruang untuk diskriminasi dalam seleksi prajurit, apalagi terhadap putra daerah.
“Angka ini menunjukkan bahwa proses seleksi yang dilakukan Kodam VI/Mulawarman menjunjung tinggi keterbukaan dan keberagaman. Semua warga negara memiliki hak yang sama untuk mengabdi sebagai prajurit TNI AD,” ujar Gatot di Balikpapan, Minggu (21/7).
Dalam rincian etnisitas, mayoritas peserta yang lolos berasal dari suku Banjar sebanyak 82 orang. Sisanya terdiri dari Dayak (10 orang), Paser (8), Kutai (7), serta perwakilan dari Tana Tidung (3). Ada pula dari sub-suku Dayak lainnya seperti Bakumpai, Kenyah, Meratus, dan Saban.
Menurut Gatot, seleksi ini membuktikan komitmen Kodam VI/Mulawarman dalam memberikan kesempatan setara bagi generasi muda dari wilayah pinggiran maupun terluar. Dengan melibatkan putra asli daerah, lanjutnya, TNI tak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga membangun kedekatan sosial dan budaya di medan tugas.
“Kami tidak menutup ruang bagi siapa pun. Sebaliknya, afirmasi tetap diberikan untuk generasi muda dari wilayah pinggiran agar mereka juga punya kesempatan yang sama,” tegasnya.
Lebih jauh, Gatot menekankan bahwa prajurit dari daerah asal memiliki nilai strategis karena mengenal karakter masyarakat dan kondisi geografis lokal. Ini menjadi kekuatan sosial dan teritorial dalam mendukung stabilitas keamanan Kalimantan sebagai kawasan strategis nasional.
“Prajurit dari daerah asal tentu lebih memahami medan dan karakter masyarakatnya. Ini jadi keunggulan dalam konteks pertahanan teritorial,” ujarnya.
Selain itu, Kodam VI/Mulawarman juga mencatat pencapaian signifikan dalam proses rekrutmen 2025. Di antaranya, 441 calon Tamtama Gelombang I telah menyelesaikan seleksi, 312 calon Bintara kini sedang menjalani pendidikan, dan 22 calon Taruna Akademi TNI tengah berjuang di seleksi pusat di Akmil Magelang. Sementara itu, 749 calon Tamtama Gelombang II masih menjalani proses seleksi.
“Yang paling penting, kami pastikan seluruh prosesnya berlangsung ketat, jujur, dan sesuai prosedur. Tujuannya melahirkan prajurit-prajurit terbaik yang siap dididik dan dibina,” tambah Gatot.
Ia juga menyoroti tantangan baru dalam dunia militer. Menurutnya, prajurit modern dituntut tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga cerdas, disiplin, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pembinaan karakter pun menjadi prioritas.
“Pasca rekrutmen, kami fokus pada latihan rutin dan pembentukan karakter. Kami ingin mencetak prajurit yang tak hanya siap bertugas, tapi juga bisa dipercaya rakyat,” tegasnya.
Di tengah upaya membangun kepercayaan publik, Kodam VI/Mulawarman menerapkan pendekatan langsung ke masyarakat. Gatot menekankan bahwa kepercayaan harus dibangun lewat konsistensi dan tindakan nyata.
“Kami sadar kepercayaan itu tidak bisa diminta, melainkan harus dibangun lewat tindakan nyata,” tegasnya.
Ia juga tak menutup mata terhadap potensi pelanggaran di tubuh TNI. Tegasnya, setiap tindakan menyimpang akan langsung ditindak untuk menjaga integritas institusi.
“Satu tindakan negatif bisa merusak reputasi yang dibangun bertahun-tahun. Kami ingin prajurit Kodam VI/Mulawarman hadir sebagai pengayom, bukan sekadar penjaga,” tutupnya.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya