src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wiyono. (Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN) Baru, Kecamatan Samboja menjadi kawasan dengan penduduk miskin terbanyak se-Kukar. Kondisi ini membuat Edi Damansyah prihatin dan kaget.
“Program penanganan kemiskinan berjalan terus di Samboja, tapi kok orang miskinnya terbanyak di Kukar, ” paparnya saat Rakor penanganan kemiskinan di Kukar, di ruang serba guna kantor Bupati, belum lama ini.
Edi menduga, faktor penyebab kemiskinan di Samboja tak kunjung menurun dari Kecamatan lainnya ada pada kesalahan pendataan penetapan calon penerima bantuan program pengentasan kemiskinan.
Ada orang kategori mampu justru didata penerima bantuan. “Kita sudah telusuri, ternyata sudah punya mobil Toyota Avanza dan Innova, masih terima bantuan. Malahan keluarga prasejahtera yang sebenarnya, tidak terima bantuan. Ini kan parah, harus diperbaiki datanya,” sebutnya.
Edi memberi peringatan kepada bawahannya di Dinsos Kukar untuk memperbaiki kinerja. “Data kemiskinan itu masuk ke Kemensos, Pemkab Kukar dinilai tidak berhasil menangani kemiskinan, padahal masalahnya hanya data tidak akurat, ” jelasnya.
Kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(Bappeda) Kukar Wiyono tidak membantah data kemiskinan di Samboja tertinggi.
” Jumlah penduduk Samboja 64.105 jiwa dengan persentasi jumlah kemiskinan sebesar 27,64 persen atau 17.717 jiwa, ” ucap Wiyono.
Dia membenarkan soal pendataan yang amburadul akibat data ganda, pindah yang tidak terdata, hingga tidak ditemukan keberadaan orang yang disasar. “Ini akan kita benahi datanya, menjadi akurat, ” ucapnya lagi.
Jika data sudah valid, lanjut dia, pemkab mudah menawarkan kerja sama program penanganan kemiskinan di Samboja melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).
Camat Samboja Burhanudin mengaku cukup terbebani dengan data tersebut. “Meski saya baru tiga bulan jabat Camat, saya akan bekerja keras lagi bersama para Lurah dan Kades guna mengurangi penduduk miskin,” pungkasnya.
Penulis: Andri