src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pulau Kaniungan, Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Riska/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau dinilai tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur penunjang, terutama akses jaringan internet dan promosi yang optimal. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, yang menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian serius.
Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja sektor pariwisata menjadi hal yang penting agar berbagai kekurangan dapat segera dibenahi. Ia menyebutkan, ada beberapa hal yang perlu menjadi fokus utama, di antaranya pengawasan yang lebih optimal terhadap pengelolaan destinasi serta peningkatan mobilisasi wisatawan ke tujuh destinasi unggulan yang ada di Berau.
“Penilaian terhadap kinerja ini menjadi pengingat bagi kita semua agar pengembangan pariwisata bisa lebih terarah. Beberapa poin penting seperti kontrol yang lebih optimal dan peningkatan mobilisasi wisatawan ke destinasi perlu menjadi perhatian,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti masih terbatasnya pembangunan dan pembukaan akses menuju beberapa destinasi wisata. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab belum optimalnya kunjungan wisatawan. Tak hanya soal akses, Agus juga menilai promosi pariwisata daerah masih perlu diperkuat agar potensi wisata Berau semakin dikenal luas oleh masyarakat luar daerah.
Salah satu aspek penting yang sering luput dari perhatian adalah ketersediaan jaringan internet di kawasan wisata. Ia menilai jaringan yang stabil menjadi kebutuhan penting, baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata.
“Wisatawan itu datang bukan hanya untuk menikmati pemandangan, tapi juga ingin merasa nyaman. Salah satu kebutuhan yang sangat penting sekarang adalah jaringan internet. Tanpa jaringan yang baik, promosi destinasi wisata juga akan sulit dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jaringan internet sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha, terutama untuk mempromosikan usaha mereka secara digital. Bahkan, menurutnya, gangguan jaringan dapat menghambat aktivitas usaha. “Kalau satu jam saja jaringan tidak ada, kita sudah bingung. Bagaimana pelaku usaha bisa mempromosikan tempatnya kalau akses internet tidak tersedia,” tuturnya.
Agus berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap penguatan infrastruktur digital di kawasan wisata. “Dengan dukungan jaringan yang memadai, promosi destinasi akan semakin efektif dan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Berau,” pungkasnya. (Adv43/Riska)