src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tenaga Teknis Perawatan Mesin Pencacah Batu Bara Tewas Tergilas, Polisi Turun Tangan

Tenaga Teknis Perawatan Mesin Pencacah Batu Bara Tewas Tergilas, Polisi Turun Tangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 17 Jun 2026 15:20 66 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Tragedi menimpa pekerja tambang batu bara di kawasan Palaran, Samarinda. Seorang tenaga teknis perawatan dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja saat menangani gangguan pada mesin pemecah batu bara milik PT MNC, Rabu (17/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Muhammad Aidil (35). Ia diduga terjatuh dan masuk ke dalam sistem mesin yang masih beroperasi ketika melakukan pengecekan terhadap gangguan teknis. Peristiwa tersebut terjadi di area operasional perusahaan yang berada di Jalan Poros Samarinda–Sanga Sanga.

Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 22.46 WITA. Saat itu, proses produksi sempat terganggu akibat adanya material batu bara berukuran besar yang menyumbat bagian mesin. Kondisi tersebut membuat tim teknis harus segera melakukan penanganan agar operasional dapat kembali berjalan normal.

Korban yang bertugas di bagian perawatan dan pengecekan mesin kemudian melakukan pemeriksaan langsung pada titik gangguan. Ia diduga berupaya memastikan sumber sumbatan yang menghambat sistem kerja alat berat tersebut.

Namun, di tengah proses penanganan, kecelakaan fatal menimpa korban. Dia diduga kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh ke dalam bagian mesin yang masih aktif. Dalam waktu singkat, tubuh korban terseret oleh mekanisme mesin hingga menyebabkan luka berat yang merenggut nyawanya di lokasi kejadian.

Peristiwa ini turut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area produksi. Rekaman tersebut kini diamankan sebagai bagian dari bahan penyelidikan untuk mengurai secara detail bagaimana kecelakaan bisa terjadi, termasuk posisi korban serta kondisi mesin saat insiden berlangsung.

Kapolsekta Palaran, Wawan Gunawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari perusahaan.

“Benar, kami menerima laporan adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia. Personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal,” ujarnya.

Setelah tiba di lokasi, aparat langsung melakukan pengamanan area dan mengumpulkan informasi awal dari sejumlah pihak yang berada di sekitar tempat kejadian, termasuk rekan kerja korban dan pihak manajemen perusahaan.

Dari keterangan sementara, korban memang tengah menangani mesin yang mengalami gangguan akibat material batu bara yang tersangkut. Meski demikian, penyebab pasti korban bisa masuk ke dalam area berbahaya mesin masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses pendalaman.

Penanganan kasus kini dilanjutkan oleh Unit Reskrim Polresta Samarinda. Aparat akan menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk mengevaluasi sistem pengamanan mesin yang digunakan di lokasi tersebut.

Selain itu, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari operator mesin hingga pengawas lapangan yang bertugas saat kejadian berlangsung, guna mendapatkan gambaran utuh terkait insiden tersebut.

“Proses penyelidikan masih berjalan. Kami akan mengumpulkan seluruh fakta dan keterangan untuk mengetahui secara pasti bagaimana peristiwa ini bisa terjadi,” demikian Wawan. (ns)

LAINNYA
x