src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bupati Aulia Siapkan Pelantikan Pejabat secara Maraton, 16 Kursi Kepala Dinas Masih Kosong

Bupati Aulia Siapkan Pelantikan Pejabat secara Maraton, 16 Kursi Kepala Dinas Masih Kosong

waktu baca 3 menit
Minggu, 2 Agu 2026 15:51 16 Headline

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengungkapkan bahwa pelantikan pejabat akan kembali digelar dalam waktu dekat, seiring masih banyaknya kursi jabatan yang belum terisi di lingkungan Pemkab Kukar.

Kebutuhan penyegaran organisasi ini bukan tanpa alasan. Sejumlah posisi strategis, mulai dari jabatan pengawas, fungsional, hingga jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) setingkat kepala dinas, masih menunggu figur yang tepat untuk mengisinya.

Di hadapan awak media di Pendopo Bupati Kukar belum lama ini, Aulia menyampaikan bahwa proses pelantikan bukan hanya menyasar jabatan level menengah, melainkan juga posisi-posisi kunci di jajaran kepala dinas.

“Tidak lama lagi akan kita proses pelantikan pejabat lagi,” sebut Bupati Aulia Rahman Basri.

Ia memerinci, setidaknya ada sekitar 16 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang hingga kini masih kosong. Jumlah tersebut terbilang signifikan mengingat posisi kepala dinas merupakan ujung tombak pelaksanaan program-program prioritas daerah. Kekosongan jabatan dalam skala tersebut, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan dapat mengganggu percepatan pelayanan publik di berbagai sektor.

Menyikapi banyaknya posisi yang harus segera diisi, orang nomor satu di Kukar ini menegaskan bahwa proses pelantikan tidak akan dilakukan secara bertahap dalam waktu berjauhan, melainkan dikebut secara berurutan dalam waktu berdekatan.

“Makanya ini, kita akan lakukan pelantikan pejabat secara maraton,” tegas Aulia.

Skema ini dinilai perlu agar kekosongan struktur organisasi tidak menghambat kinerja pemerintahan dalam jangka panjang. Dengan pola pelantikan yang lebih cepat, diharapkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat kembali bekerja secara optimal tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.

Salah satu poin yang menarik perhatian dari pernyataan Bupati Aulia adalah perubahan mendasar dalam sistem penilaian pejabat. Mantan Direktur RSUD Dayaku Raja Kota Bangun ini menegaskan bahwa proses seleksi kini sepenuhnya mengacu pada sistem manajemen talenta yang telah diatur oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), bukan lagi berdasarkan kedekatan personal dengan kepala daerah.

“Sekarang sudah menggunakan manajemen talenta pegawai, bukan lagi kedekatan pimpinan. Ini dibuktikan pejabat yang dilantik, didominasi saya tidak kenal orangnya,” ucapnya.

Meskipun proses seleksi pejabat kini lebih transparan dan berbasis talenta, Bupati Aulia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru muncul setelah pelantikan berlangsung. Menurutnya, hal yang paling krusial adalah bagaimana para pejabat baru mampu membangun serta mempertahankan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Tantangan ini menjadi semakin berat mengingat kondisi keuangan daerah yang jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Kukar sempat menikmati alokasi anggaran yang cukup besar, kini daerah penghasil migas dan tambang ini harus beradaptasi dengan realitas fiskal yang jauh lebih terbatas.

“Yang berat itu, perubahan budaya kerja, karena tahun sebelum Kukar terima banyak dana. Saat ini, alami efisiensi terjun bebas anggaran, dana yang diterima Kukar minim,” tegasnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x