src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Baramyou0708)
HEADLINEKALTIM.CO – Saat ini, umat Islam memasuki tahun 1446 Hijriah, dan bulan September 2024 akan menjadi momen penting dengan adanya pergantian bulan Hijriah serta perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, bulan Safar 1446 Hijriah akan berakhir pada 4 September 2024, dan 1 Rabiul Awal 1446 Hijriah jatuh pada 5 September 2024. Bulan Safar kali ini digenapkan menjadi 30 hari.
Kalender Hijriah Bulan September 2024: Pergantian Safar ke Rabiul Awal
Untuk memudahkan umat Islam dalam menandai pergantian bulan Hijriah selama September 2024, berikut adalah rincian tanggal Hijriah yang bertepatan dengan kalender Masehi:
Bulan Safar ditutup dengan hari ke-30, dan Rabiul Awal dimulai pada tanggal 5 September 2024. Ini menandakan bahwa umat Islam akan segera menyambut bulan baru, yang juga dikenal dengan sebutan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau Maulid Nabi.
Tanggal Merah September 2024 dan Hari Besar Islam
Berdasarkan kalender libur nasional, ada enam tanggal merah di bulan September 2024. Lima di antaranya adalah hari Minggu, sementara satu lagi adalah hari besar Islam untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah daftar tanggal merah selama bulan September:
Salah satu hari besar Islam di bulan September 2024 adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada tanggal 16 September. Maulid Nabi diperingati untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, yang lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah, menurut catatan Ibnu Ishaq yang dinukil Ibnu Hisyam dalam “Sirah Nabawiyah”.
Terdapat beberapa pendapat mengenai siapa yang pertama kali merayakan Maulid Nabi. Menurut Imam As-Suyuthi, Raja al-Muzhaffar Abu Sa’id dari Ibril, Irak, adalah orang pertama yang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan perayaan besar-besaran. Sementara pendapat lain menyebutkan Salahuddin Al-Ayubi (Sultan Saladin) sebagai pencetus perayaan Maulid Nabi pada tahun 580 H/1184 M. Perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti sayembara penulisan riwayat Nabi dan puji-pujian.
Makna Perayaan Maulid Nabi bagi Umat Islam
Maulid Nabi menjadi momen penting untuk merefleksikan kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Perayaan ini dilakukan di berbagai belahan dunia dengan penuh khidmat, diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti ceramah, doa bersama, dan pengajian. Masyarakat di Indonesia, yang mayoritas beragama Islam, turut merayakan Maulid Nabi dengan tradisi-tradisi lokal yang memperkaya khazanah budaya Islam.
Persiapan Menyambut Maulid Nabi dan Tahun Baru Hijriah
Menyongsong peringatan Maulid Nabi, umat Islam di Indonesia dan berbagai negara lainnya diharapkan mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal ibadah, mengikuti kegiatan keagamaan, serta memperdalam pemahaman mengenai ajaran Islam. Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, tetapi juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempererat silaturahmi di antara sesama umat.
Artikel Asli baca di Detik.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim