src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi akhir perhidupan manusia di Bumi. [Shutterstock]HEADLINEKALTIM.CO – Dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW telah memberikan peringatan kepada umat Islam untuk waspada terhadap tanda-tanda kiamat yang akan terjadi di akhir zaman. Salah satu riwayat yang populer adalah ketika Rasulullah meminta umat Islam untuk memperhatikan enam peristiwa besar yang akan mendahului datangnya hari kiamat.
Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Amr dan disampaikan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya dikutip Detik.com, enam peristiwa besar ini menjadi tanda-tanda kiamat yang harus diwaspadai. Enam tanda ini juga dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitab “An Nihayah”, yang diterjemahkan oleh Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan.
Kematian Nabi Muhammad SAW sebagai Tanda Pertama Kiamat
Dalam peristiwa tersebut, Abdullah bin ‘Amr menemui Rasulullah SAW ketika beliau sedang berwudhu. Rasulullah kemudian mengangkat kepala dan memandang Abdullah bin ‘Amr, lalu bersabda, “Ada enam perkara yang akan menimpa kamu sekalian, wahai umat: Kematian Nabimu SAW.”
Ibnu Umar, salah seorang sahabat Nabi, sangat terkejut mendengar kabar ini. Ia menggambarkan perasaannya seperti jantung yang hampir copot dari tempatnya. Kematian Nabi Muhammad SAW merupakan tanda pertama dari enam peristiwa besar yang menjadi isyarat dekatnya hari kiamat.
Lima Tanda Lain Menjelang Kiamat
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, terdapat lima tanda besar lainnya yang akan menimpa umat Islam. Berikut penjelasan lengkapnya:
Keenam peristiwa menjelang terjadinya kiamat tersebut turut dijelaskan dalam riwayat lain yang berasal dari ‘Auf bin Malik RA. Dia mengatakan menghadap Rasulullah SAW ketika Perang Tabuk. Kala itu beliau SAW berada di kemah berwarna sawo matang lalu bersabda,
Artinya: “Hitunglah enam peristiwa menjelang terjadinya kiamat: kematianku, kemudian ditaklukkannya Baitul Maqdis, kemudian yang menyergap kamu sekalian bagaikan buduk kambing, kemudian harta melimpah ruah sehingga seorang lelaki diberi upah seratus dinar namun masih tetap juga tidak rela menerimanya, kemudian terjadi huru-hara yang tidak membiarkan satu rumah pun dari bangsa Arab kecuali dimasukinya, kemudian gencatan senjata antara kamu sekalian dengan bani Ashfar (bangsa Eropa). Lalu mereka berkhianat. Mereka datang kepadamu dengan membawa delapan puluh bendera, di bawah tiap-tiap bendera ada dua belas ribu (tentara).”
Peran Bani Ashfar Menurut Hadits Nabi
Menurut beberapa ulama dan penerjemah kitab-kitab tanda kiamat, bani Ashfar merujuk pada bangsa Eropa atau Romawi. Dalam buku “Fitnah dan Petaka Akhir Zaman: Detik-detik Menuju Hari Kehancuran Alam Semesta” karya Abu Fatiah Al-Adnani, disebutkan bahwa bani Ashfar adalah bangsa Rum, dan sebagian dari mereka kelak akan memeluk Islam di zaman Al Mahdi.
Namun, masuknya bani Ashfar ke dalam Islam ini akan memicu kemarahan teman-teman mereka yang tidak seiman, yang kemudian menuntut agar kaum Muslimin menyerahkan kembali mereka yang telah menjadi mualaf. Kaum Muslimin akan menolak permintaan ini, dan ketegangan tersebut menjadi salah satu pemicu perang besar antara kaum Muslimin dan bani Ashfar.
Wallahu a’lam.
Artikel Asli baca di Detik.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim