src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Gusung Sanggalau di Kawasan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. (Foto: Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis menilai Gusung Sanggalau di Kawasan Pulau Derawan, Kabupaten Berau menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman, khususnya aktivitas memancing yang mulai diminati wisatawan dari luar daerah.
Menurutnya, fenomena tersebut sudah terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Wisatawan, terutama dari Jakarta dan Surabaya, datang ke Sanggalau bukan sekadar menikmati panorama pantai, tetapi sengaja mengikuti aktivitas memancing yang menjadi daya tarik tersendiri.
“Selesai memancing sekitar pukul enam mereka langsung kembali. Ternyata aktivitas menangkap ikan itu sendiri sudah menjadi alasan mereka datang ke Sanggalau,” ujarnya.
Melihat antusiasme tersebut, pihaknya telah memberikan dukungan kepada masyarakat setempat melalui bantuan perlengkapan melaut, seperti jaring, pelampung, dan pemberat, agar aktivitas wisata berbasis masyarakat dapat terus berkembang.
Selain wisata memancing, Gamalis juga menyoroti pentingnya menjaga keaslian kawasan Sanggalau. Ia mengungkapkan banyak wisatawan luar daerah menyampaikan harapan agar bentang pasir di lokasi tersebut tetap alami tanpa pembangunan yang mengurangi daya tarik kawasan.
Gamalis mengatakan, keberadaan bangunan yang tidak lagi dimanfaatkan justru menjadi perhatian para pengunjung. Karena itu, ia telah menyarankan pemerintah kampung agar mempertimbangkan kembali rencana pembangunan di kawasan tersebut demi menjaga nilai estetika dan daya tarik wisata alam.
Di sisi lain, Gamalis juga menjelaskan bahwa jumlah wisatawan asal Eropa memang mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi situasi geopolitik internasional yang berdampak pada jalur penerbangan menuju Indonesia.
“Banyak wisatawan Eropa sebelumnya menggunakan penerbangan transit di kawasan Timur Tengah. Saat terjadi konflik dan sejumlah jalur penerbangan ditutup, sebagian perjalanan mereka akhirnya dibatalkan,” jelasnya.
Meski demikian, kunjungan wisatawan asing ke Berau tetap berlangsung. Hanya saja, komposisinya kini bergeser dengan meningkatnya wisatawan dari kawasan Asia, seperti Malaysia, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
“Apabila potensi destinasi baru seperti Sanggalau terus ditata dan karakter alamnya dipertahankan, Berau akan memiliki lebih banyak pilihan wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya. (Adv39/Riska)