src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Keindahan dan Nilai Geologi Tangga Bidadari Pikat Tim Verifikasi Geopark

Keindahan dan Nilai Geologi Tangga Bidadari Pikat Tim Verifikasi Geopark

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Jul 2026 12:00 10 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Tangga Bidadari di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, menjadi salah satu lokasi penilaian tim verifikasi Geopark. Destinasi wisata alam ini menarik perhatian berkat keindahan mata airnya, nilai geologi yang tinggi, serta pengelolaan kawasan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Dilansir dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, tim verifikasi Geopark melanjutkan agenda penilaian ke Tangga Bidadari setelah menyelesaikan kunjungan di Kecamatan Bengalon. Perjalanan menuju lokasi wisata di Jalan Mata Air RT 01, Desa Selangkau, ditempuh sekitar satu setengah jam.

Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung kondisi kawasan sekaligus sistem pengelolaan destinasi. Tim melakukan penilaian terhadap berbagai aspek penting, mulai dari konservasi, edukasi, hingga keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengembangan Geopark secara berkelanjutan.

Tangga Bidadari dikenal sebagai sumber mata air alami yang mengalir melalui susunan batuan bertingkat menyerupai tangga. Dari karakteristik itulah masyarakat setempat memberi nama kawasan tersebut sebagai Tangga Bidadari.

Daya tarik utama destinasi ini terletak pada kejernihan air berwarna kebiruan yang mengalir tanpa henti di tengah kawasan hutan tropis yang masih alami. Aliran air tersebut membentuk kolam-kolam kecil bertingkat yang menjadi magnet bagi wisatawan untuk menikmati kesegaran air alami.

Selain menawarkan panorama alam, Tangga Bidadari juga memiliki nilai geologi yang penting. Kawasan ini tersusun atas perselingan batugamping klastik jenis wackestone dan napal yang termasuk dalam Formasi Maluwi dengan usia diperkirakan mencapai 11 hingga 16 juta tahun atau berasal dari periode Miosen Tengah.

Lapisan napal di kawasan tersebut memiliki warna putih kecokelatan dengan tekstur butiran sangat halus serta mengandung material karbonatan dan fosil mikroorganisme yang merekam lingkungan pengendapan laut purba. Proses pengangkatan dan deformasi batuan kemudian membentuk struktur lipatan antiklin yang menghasilkan morfologi air terjun bertingkat (cascade).

Jejak proses geologi itu juga ditandai dengan adanya rembesan minyak bumi yang muncul melalui celah-celah rekahan batuan, sehingga menambah nilai ilmiah kawasan tersebut.

Keindahan sekaligus keunikan geologi Tangga Bidadari mendapat apresiasi dari tim verifikasi Geopark. Mereka mengaku terkesan dengan kondisi kawasan yang tetap terjaga meski telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat.

Pengelolaan kawasan wisata dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan melibatkan masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi warga.

Berbagai fasilitas penunjang telah tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung, mulai dari toilet, gazebo, akses menuju lokasi yang representatif, hingga stan UMKM yang ditata rapi tanpa mengurangi keasrian kawasan wisata.

Pengelola juga menerapkan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mewujudkan destinasi wisata yang ramah lingkungan.

Dalam kunjungan itu, tim verifikasi yang didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kaliorang, Pitriani, turut berdialog dengan perwakilan kelompok tani pengembang pisang kepok Grecek yang telah mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (IG).

Komoditas tersebut kini berkembang menjadi salah satu produk unggulan daerah dengan berbagai produk olahan yang telah berhasil menembus pasar global.

Mengusung konsep “Dari Laut ke Mata Air, Semua Ada di Sini”, Tangga Bidadari menjadi contoh pengembangan kawasan yang memadukan kekayaan geologi, pelestarian alam, potensi wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

LAINNYA
x