src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Perampok di Toko Anas juga Bobol Swalayan Iwan Mart Lebih dari Sekali, Punya Rekan Masih di Bawah Umur

Perampok di Toko Anas juga Bobol Swalayan Iwan Mart Lebih dari Sekali, Punya Rekan Masih di Bawah Umur

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Jul 2026 19:32 20 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pengungkapan kasus perampokan disertai tindakan kekerasan di toko Anas, Jalan Bengkuring Raya, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara yang sempat viral di Samarinda beberapa waktu lalu membuka fakta lain. Polisi menemukan bahwa aksi pelaku tidak berdiri sendiri, melainkan terkait kasus serupa di TKP lain dengan pola kejahatan identik. Namun, melibatkan jumlah pelaku berbeda.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolsek Sungai Pinang, Selasa 7 Juli 2026 sore, jajaran Polresta Samarinda menjelaskan bahwa satu tersangka utama berinisial DY menjadi kunci dari rangkaian kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan, DY tidak hanya beraksi di satu tempat, tetapi diduga terlibat dalam beberapa pembobolan toko di kawasan Samarinda Utara.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Dr. Rachmat Aribowo, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini berawal dari kasus pencurian dengan kekerasan di Toko Swalayan Anas, Jalan Bengkuring Raya, yang terjadi pada 2 Juli 2026 dini hari. Dalam kejadian itu, pelaku beraksi seorang diri dan melakukan tindakan kekerasan terhadap dua karyawan perempuan yang tengah beristirahat di lantai dua ruko.

Aksi pelaku tergolong berani. Ia masuk ke dalam toko, lalu naik ke lantai dua dan mendekati korban yang sedang tidur. Salah satu korban terbangun setelah mendengar suara mencurigakan, namun langsung dibekap dan diancam menggunakan senjata tajam. Situasi tersebut memicu perlawanan dari korban lainnya hingga pelaku melukai karyawan toko tersebut.

“Ini bukan sekadar pencurian biasa, karena ada unsur kekerasan yang mengakibatkan korban luka,” terang Rachmat.

Dari pengembangan kasus tersebut, polisi kemudian menelusuri keterlibatan pelaku di TKP lain. Hasilnya, DY juga diketahui terlibat dalam aksi pembobolan Toko MM Iwan Mart di Jalan Padat Karya. Berbeda dengan kejadian di Toko Anas, dalam kasus ini DY tidak beraksi sendiri, melainkan bersama seorang pelaku lain yang masih di bawah umur berinisial H.

Di lokasi kedua ini, pola kejahatan yang dilakukan terbilang lebih terencana. Pelaku masuk melalui pintu belakang, lalu mematikan aliran listrik dan sistem CCTV untuk menghilangkan jejak. Setelah itu, mereka membobol ruang penyimpanan dan membawa kabur uang dari dalam brankas.

Aksi di MM Iwan Mart bahkan terjadi lebih dari sekali dengan metode yang hampir serupa. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku telah memahami situasi lokasi serta sistem keamanan toko yang menjadi sasaran.

Polisi menilai perbedaan jumlah pelaku di dua TKP tersebut menunjukkan fleksibilitas modus yang digunakan. Pada kondisi tertentu pelaku beraksi sendiri. Namun, pada kesempatan lain melibatkan rekan pelaku termasuk anak di bawah umur.

“Di satu TKP dia sendiri, di TKP lain dia bersama pelaku lain yang masih di bawah umur. Ini yang masih kami dalami lebih lanjut,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk melancarkan aksi, mulai dari sepeda motor, senjata tajam, hingga alat-alat pembobol seperti linggis dan obeng. Selain itu, pakaian yang digunakan saat beraksi juga turut diamankan sebagai bagian dari pembuktian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku melakukan aksi kejahatan tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi dan kebutuhan untuk membayar cicilan. Polisi pun masih membuka kemungkinan adanya TKP lain dengan modus serupa, mengingat pengakuan pelaku yang telah beraksi di beberapa lokasi berbeda.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban pencurian dengan pola serupa untuk segera melapor, agar kasus ini dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Kami masih terus kembangkan, dan jjka ada kejadian pencurian dengan modus serupa di sekitar Padat Karya dan Bengkuring, silakan melapor, karena kemungkinan ada TKP lain,” tutup Rachmat. (Retno)

LAINNYA
x