src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kearifan Lokal Suku Basap Sambut Tim Verifikasi Geopark Nasional Lewat Ritual Tempong Tawar

Kearifan Lokal Suku Basap Sambut Tim Verifikasi Geopark Nasional Lewat Ritual Tempong Tawar

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 11:23 19 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Ritual Tempong Tawar menjadi pembuka rangkaian hari kedua penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kabupaten Kutai Timur, Selasa (7/7/2026). Tradisi sakral yang diwariskan Suku Basap itu digelar untuk menyambut Tim Verifikasi Geopark Nasional saat berkunjung ke Galeri Cagar Budaya di kawasan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur, Jalan Soekarno Hatta.

Dilansir dari Pemkab Kutai Timur, penyambutan dilakukan melalui prosesi adat Tempong Tawar, sebuah ritual yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Ulun Darat Basap. Tradisi tersebut bertujuan memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, serta dijauhkan dari berbagai gangguan maupun bala.

Bagi masyarakat Suku Basap, Tempong Tawar memiliki makna sebagai simbol untuk mendinginkan atau menetralkan suasana dan hati, sekaligus memohon berkah keselamatan. Ritual ini lazim dilaksanakan dalam berbagai momentum penting, seperti pernikahan, menempati rumah baru, penyambutan tamu kehormatan, pengobatan, tolak bala, kegiatan sosial, hingga mengawali musim bercocok tanam.

Tradisi yang terus dijaga kelestariannya tersebut menggunakan sejumlah perlengkapan adat atau uborampe yang masing-masing memiliki makna filosofis. Beras melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan, kunyit menjadi simbol kejayaan sekaligus penetral, sedangkan batang tebu simang dimaknai sebagai batang tawar seribu.

Prosesi Tempong Tawar diawali dengan pembacaan doa tenaran oleh pemangku adat. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan mengusap media Tempong Tawar ke beberapa bagian tubuh peserta, mulai dari dahi, dada, tangan kanan dan kiri, lutut, hingga diakhiri pada bagian kaki.

Melalui pelaksanaan ritual tersebut, masyarakat berharap seluruh kegiatan penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat berjalan dengan damai, lancar, serta membawa keselamatan bagi seluruh pihak yang terlibat. Selain itu, tradisi ini juga menjadi wujud pelestarian budaya lokal yang terus diwariskan oleh Suku Basap kepada generasi berikutnya.

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x