Beranda BUMI ETAM Soal Fly Over Muara Rapak, DPRD Kaltim Kaji Kewenangan Provinsi

Soal Fly Over Muara Rapak, DPRD Kaltim Kaji Kewenangan Provinsi

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun.
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Desakan pembuatan Fly Over Muara Rapak segera dibangun dari masyarakat dan Pemerintah Kota Balikpapan, mencuat sejak lama.

Alasannya, dipicu kerap terjadinya kecelakaan yang hingga merenggut nyawa pengendara. Dan terbaru, usulan Pemerintah Provinsi yang memasukan Fly Over untuk dibiayai Multi Years Contract (MYC) Tahun 2021-2023.

Namun, usulan itu tak langsung disetujui DPRD Kaltim. Proyek Fly Over itu harus dikaji lagi terutama soal kewenangan pembangunannya.

Advertisement

“Iya, itu masih kita kaji terus karena masih ada beberapa hal yang memang harus kita kaji betul-betul terkait kewenangannya,” kata Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun saat diwawancarai media ini usai menghadiri acara HUT Korem 091/ASN beberapa waktu lalu.

DPRD Kaltim tidak bermaksud menunda ataupun tidak menyetujui rencana bangun Fly Over Muara Rapak. Tapi, ingin mengkaji lagi kewenangan anggaran yang akan digunakan.

Samsun menyebut kewenangan pembuatan Fly Over berada di Pemerintah Pusat. “Karena itu jalan negara. Kita ini nggak bisa membiayai itu, sehingga kewenangan ada di APBN,” terangnya.

Masalah lain yang diungkapkan Samsun adalah, terkait pembebasan lahan untuk Fly Over  ternyata belum disanggupi oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

Sehingga pihaknya tidak ingin gegabah mengambil langkah dan keputusan cepat. Ini untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

“Pembebasan lahan (Fly Over,red) itu sendiri kita sudah koordinasi dengan Balikpapan, mereka nggak sanggup. Iya untuk pembebasan lahan, mereka tidak sanggup,” ungkap Samsun.

“Jangan sampai nanti seperti Pulau Balang. Jembatan sudah jadi, sudah nyambung, jalan pendekatnya belum. Kan tidak enak, seperti itu juga,” kata Samsun lagi.

“Kita maunya dengan dana yang terbatas ini, kita optimalkan buat rakyat. Artinya kalau kita kerjakan kemudian mangkrak, itu tidak optimal namanya. Kita maunya tuntas,” pungkasnya. (ADV)

Penulis : Ningsih

Editor : Amin

Komentar
Advertisement