src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Psikolog UGM: Jangan Lupa Rehat di Tengah Banjir Informasi

Psikolog UGM: Jangan Lupa Rehat di Tengah Banjir Informasi

2 minutes reading
Wednesday, 3 Sep 2025 14:39 215 Anjhu Anggia

HEADLINEKALTIM.CO – Psikolog klinis lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), Zahrah Nabila Putri, mengingatkan pentingnya mengambil jeda dan terbuka terhadap berbagai opsi bantuan kesehatan mental, baik secara personal maupun kolektif, di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi membuat banyak orang kewalahan.

“Yang perlu kita apresiasi dari gerakan kolektif yang ada di tengah situasi saat ini, adalah bagaimana warga juga terbuka untuk mengakses bantuan yang ada,” kata Zahrah, yang akrab disapa Ara, dilansir dari AntaraNews, Rabu (3/9/2025).

Ia menyebut layanan konseling gratis dari lembaga psikologi, dukungan komunitas kesehatan mental profesional, hingga sesi meditasi atau hening secara kolektif bisa menjadi pilihan.

Rehat Adalah Bentuk Keberanian

Menurut Ara, keterbukaan untuk mengambil jeda juga merupakan bentuk keberanian di tengah situasi yang kurang kondusif. Terlalu larut dalam mengikuti dan membagikan informasi, terutama di media sosial, dapat menimbulkan rasa lelah dan beban emosional berlebihan.

“Rehat dan mencari bantuan, menurut saya juga merupakan bentuk perlawanan. Kita bisa berkaca kembali, apakah emosi ini marah, sedih, energi sendiri, atau sedang merangkul energi kolektif yang begitu besar sampai membuat overwhelmed,” jelasnya.

Istirahat Itu Produktif

Ara menekankan, tidak ada salahnya tubuh dan pikiran beristirahat sejenak dari derasnya arus informasi. Ia menyebut, istirahat bukan tanda kelemahan, melainkan bagian penting dari produktivitas.

“Rest itu juga adalah hal yang sacred, hal yang produktif, dan juga bermakna. Sesederhana untuk take a breathe, itu sangat berarti buat kita,” ujarnya.

Merawat Diri dan Mengukur Energi

Selain menjaga kesehatan mental, Ara juga menekankan pentingnya menjaga kebutuhan dasar tubuh seperti asupan air dan nutrisi. Menurutnya, kesehatan fisik berperan besar dalam membantu seseorang mengolah informasi yang cepat bergulir.

“Lalu, tetaplah terhubung dengan orang-orang terdekat, lakukan aktivitas rutin, serta mulai mengukur kapasitas energi yang mau di-spare setiap harinya untuk membuka atau bersuara di media sosial,” tambahnya.

Ara menegaskan, rasa takut ketinggalan informasi justru bisa menjadi sumber kecemasan dan ketidaknyamanan. Karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih sadar akan kapasitas diri masing-masing.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x