src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pembebasan Lahan Jadi Kendala Lanjutan Proyek Terowongan Selili

Pembebasan Lahan Jadi Kendala Lanjutan Proyek Terowongan Selili

2 minutes reading
Wednesday, 4 Mar 2026 12:32 34 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Proyek penguatan Terowongan Selili Samarinda menghadapi kendala pembebasan lahan yang belum tuntas. Dari total kebutuhan sekitar belasan bidang tanah, empat lahan di atas Terowongan Selili Samarinda masih belum mencapai kesepakatan, sehingga proyek penguatan Terowongan Selili Samarinda terancam molor sebelum difungsikan penuh.

Dilansir dari RRI Samarinda, persoalan pembebasan lahan menjadi hambatan utama dalam tahap lanjutan proyek penguatan Terowongan Selili Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas PUPR terus melakukan komunikasi dengan para pemilik lahan agar proses penguatan Terowongan Selili Samarinda dapat berjalan sesuai rencana.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Samarinda, Hendra Kusuma, menyampaikan bahwa dari sekitar 12 hingga 14 bidang yang dibutuhkan, masih ada empat bidang yang belum bebas.

“Kira-kira masih ada empat bidang yang belum bebas. Ini yang menjadi kendala jika masuk ke fase lanjutan pekerjaan,” ujarnya pada Senin, 2 Maret 2026 saat mendampingi sidak Komisi III DPRD Kota Samarinda.

Ia menjelaskan, tim operasional telah turun langsung melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik lahan. Negosiasi masih berlangsung guna mencari titik temu agar proyek penguatan Terowongan Selili Samarinda bisa segera memasuki tahap pekerjaan berikutnya, khususnya penguatan lereng di sisi inlet.

Namun, pekerjaan fisik tambahan belum dapat dilakukan sebelum status lahan benar-benar tuntas. Tanpa kepastian administrasi, pelandaian lereng serta pemasangan struktur penguatan tambahan di kawasan Terowongan Selili Samarinda belum bisa dieksekusi secara maksimal.

Hendra menambahkan, dari sisi perencanaan anggaran, usulan untuk pekerjaan lanjutan sebenarnya sudah disiapkan. Meski demikian, realisasi anggaran tetap menunggu rampungnya proses pembebasan lahan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari dalam proyek penguatan Terowongan Selili Samarinda.

Dari aspek teknis, ia memastikan desain penguatan Terowongan Selili Samarinda telah dirancang dengan mempertimbangkan berbagai potensi risiko. Termasuk dampak getaran dan kebisingan kendaraan yang melintas di dalam terowongan.

“Efek suara dan getaran kendaraan tidak signifikan terhadap struktur, karena sudah diperhitungkan dalam desain,” ujarnya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x