src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sistem Navigasi Baru Dipasang di Kolong Jembatan Mahakam Samarinda

Sistem Navigasi Baru Dipasang di Kolong Jembatan Mahakam Samarinda

3 minutes reading
Friday, 6 Mar 2026 10:55 44 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemasangan sistem navigasi Jembatan Mahakam dilakukan untuk meningkatkan keamanan kapal yang melintas di kawasan tersebut. Perangkat navigasi ini diharapkan membantu nahkoda serta perwira pandu menentukan jalur pelayaran yang lebih aman, terutama saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas di sekitar Jembatan Mahakam, Kota Samarinda.

Dilansir dari RRI Samarinda, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memasang dua perangkat utama berupa Port Entry Light (PEL) dan sistem sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam. Pemasangan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar keselamatan navigasi di jalur Sungai Mahakam yang dikenal memiliki lalu lintas kapal cukup padat.

Direktur Operasi dan Teknik SPJM Edward DN Napitupulu menjelaskan, pemasangan Port Entry Light telah dimulai sejak September 2024. Perangkat tersebut merupakan lampu suar navigasi dengan intensitas tinggi yang berfungsi membantu memandu kapal saat memasuki jalur pelayaran, termasuk ketika melintas di kolong jembatan.

“Port Entry Lights memang banyak digunakan di pelabuhan internasional yang memiliki alur pelayaran sempit atau lalu lintas kapal padat. Lampu ini menjadi standar keamanan penting untuk memandu kapal memasuki pelabuhan dengan aman, baik siang maupun malam,” ujar Edward.

Ia menjelaskan, pemanduan kapal di Sungai Mahakam memiliki tantangan tersendiri. Selain arus sungai yang dinamis, kapal juga harus melewati ruang terbatas di bawah Jembatan Mahakam sehingga membutuhkan panduan navigasi yang lebih presisi.

Karena itu, keberadaan Port Entry Light di sistem navigasi Jembatan Mahakam diharapkan dapat membantu nahkoda dan perwira pandu menjaga posisi kapal tetap berada di jalur pelayaran yang aman. Dengan panduan visual yang lebih jelas, potensi insiden di area kolong jembatan dapat ditekan.

Selain lampu navigasi, sensor pemantauan kondisi perairan juga dipasang pada Januari 2026 di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu. Sensor tersebut berfungsi memantau kecepatan arus Sungai Mahakam serta mengukur jarak antara permukaan air dengan struktur jembatan atau yang dikenal sebagai clearance jembatan.

Informasi dari sensor pemantauan perairan ditampilkan melalui monitor yang dipasang di railing Jembatan Mahakam. Sementara itu, di Stasiun Pandu dekat Jembatan Mahulu dipasang alat pengukur ketinggian muatan kapal menggunakan teknologi laser range finder.

Seluruh perangkat sensor tersebut terhubung dalam dashboard pemantauan berbasis web yang dapat menampilkan kondisi perairan Sungai Mahakam secara aktual setiap satu menit. Sistem ini juga dilengkapi fitur notifikasi peringatan apabila terdapat kapal dengan muatan melebihi batas ketinggian sesuai regulasi.

“Sensor ini akan membantu perwira pandu dan nahkoda kapal dalam melakukan pemanduan secara lebih akurat, aman, dan efisien. Informasi mengenai arus sungai dan jarak bebas jembatan sangat penting saat kapal melakukan olah gerak di perairan terbatas,” kata Edward.

Ia menambahkan, sistem navigasi Jembatan Mahakam yang dilengkapi sensor pemantauan perairan tersebut juga dapat meningkatkan kesadaran situasional bagi awak kapal saat melintas di bawah jembatan.

Dengan pemantauan kondisi perairan Sungai Mahakam secara real time, diharapkan aktivitas pelayaran di jalur sungai utama Kalimantan Timur itu dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam yang selama ini menjadi jalur penting transportasi sungai dan distribusi logistik di wilayah Kalimantan Timur.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x