src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat membuka Rakor Bunda PAUD Kabupaten Berau Tahun 2026. (Foto: Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kabupaten Berau Tahun 2026. Rakor yang mengusung tema “Bersinergi dan Berkolaborasi Mewujudkan PAUD Berkualitas, Anak Cerdas, Berkarakter dan Berdaya Saing” itu digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tanjung Redeb pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Bunda PAUD Kabupaten Berau, Sri Juniarsih, menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas generasi penerus. Menurutnya, masa usia dini merupakan fase emas perkembangan anak yang menentukan pembentukan kecerdasan, karakter, kemampuan sosial, hingga spiritual sehingga membutuhkan layanan pendidikan yang optimal.
“Karena itu, seluruh pihak perlu memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang berkualitas sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Berau terus memperluas akses pendidikan anak usia dini melalui program Satu Kampung Satu PAUD. Hingga saat ini telah tersedia 236 satuan PAUD yang melayani sekitar 8.000 anak dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
“Pemerintah daerah juga terus memberikan dukungan terhadap sektor pendidikan melalui berbagai program, di antaranya pembagian seragam sekolah gratis yang mulai direalisasikan bagi para pelajar pada tahun ini,” tuturnya.
Sri Juniarsih berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bunda PAUD di semua tingkatan, tenaga pendidik, dan masyarakat semakin kuat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan layanan PAUD yang merata dan berkualitas sehingga mampu melahirkan generasi Berau yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan bahwa rakor tahunan tersebut menjadi forum untuk menyamakan visi, pemahaman, serta arah kebijakan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Berau.
“Selain menjadi wadah evaluasi, pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antarpengurus Bunda PAUD bersama perangkat daerah terkait,” ucapnya.
Menurutnya, berbagai masukan dan hasil pembahasan dalam rakor akan dirumuskan menjadi program kerja yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembinaan PAUD di seluruh Kabupaten Berau. “Sehingga upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv69/Riska)