src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bupati Kukar Uji Enam Calon Dewan Pengawas PDAM Tirma

Bupati Kukar Uji Enam Calon Dewan Pengawas PDAM Tirma

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Agu 2026 22:19 14 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Proses seleksi Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Mahakam (Tirma) memasuki babak penentuan. Selasa, 4 Agustus 2026, enam kandidat yang telah melewati serangkaian tahapan panjang akhirnya diuji langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, didampingi tim seleksi independen yang beranggotakan kalangan akademisi, yakni Prof Ince Raden, Prof Iskandar, dan Dr Martina Yulianti.

Enam nama yang lolos hingga tahap ini berasal dari dua jalur berbeda. Tiga orang mewakili kalangan internal pejabat pemerintahan, sementara tiga lainnya murni berasal dari unsur eksternal atau independen. Dari kubu pejabat, tercatat ada Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono, Asisten III Dafif Haryanto, dan Sekretaris Dinas Perhubungan Yudi Apidiantara. Sementara dari jalur independen, tiga nama yang berhasil bertahan adalah mantan Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Erwinsyah, mantan Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Kukar Haryo Panani, dan seorang konsultan bisnis bernama Nurkhalis.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Dewas PDAM Tirma, Muhammad Iryanto, menjelaskan bahwa uji hari ini merupakan tahapan pamungkas sebelum nama-nama tersebut resmi ditetapkan. “Ini test terakhir, paparan di hadapan Bupati,” ucap Iryanto, Selasa 4 Agustus 2026.

Dari enam kandidat yang mengikuti paparan tersebut, hanya tiga orang yang nantinya akan dipilih untuk mengisi kursi Dewas. Komposisinya pun sudah ditentukan sejak awal, yaitu satu orang dari unsur pejabat dan dua orang dari kalangan independen. Meski demikian, Iryanto menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Bupati Kukar, bukan pada tim pansel yang ia pimpin. “Tugas kami hanya menjalankan tahapan seleksi saja,” ucapnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi pansel sebagai pihak yang menyaring dan memverifikasi kelayakan calon, tanpa memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang akhirnya akan menduduki jabatan strategis di tubuh perusahaan daerah tersebut.

Menariknya, proses seleksi Dewas PDAM Tirma kali ini diwarnai antusiasme tinggi dari masyarakat, khususnya kalangan profesional yang ingin mengisi kursi independen. Sejak dibuka pada 29 Juni 2026, jalur independen diserbu oleh 37 pendaftar. Namun dari jumlah tersebut, hanya tiga orang yang akhirnya berhasil menembus tahap akhir dan berhadapan langsung dengan Bupati hari ini.

Ketatnya persaingan ini, menurut Iryanto yang juga menjabat sebagai Asisten II Pemkab Kukar, tidak lepas dari kualitas para pendaftar yang rata-rata memiliki latar belakang dan gagasan pengawasan yang matang. “Mereka yang mendaftar, bagus-bagus paparannya konsep pengawasannya,” tegasnya. (Andri)

LAINNYA
x