src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO – Tanda kolesterol tinggi kerap tidak disadari karena gejalanya menyerupai berbagai kondisi kesehatan lainnya. Bahkan, pada banyak kasus, kolesterol tinggi dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan apa pun. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bagi orang yang jarang berolahraga, gemar mengonsumsi makanan berlemak, serta memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
Dilansir dari Alodokter, kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit serius, seperti serangan jantung dan stroke. Karena itu, mengenali tanda kolesterol tinggi sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi.
Meski tidak memiliki gejala yang benar-benar khas, terdapat beberapa keluhan yang cukup sering dialami oleh penderita kolesterol tinggi.
Salah satu tanda kolesterol tinggi yang cukup sering dikeluhkan adalah nyeri di bagian tengkuk. Meski keluhan ini juga dapat dipicu oleh masalah otot maupun saraf, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan penumpukan plak pada pembuluh darah di area leher.
Penumpukan plak dapat menghambat aliran darah menuju otak sehingga memicu rasa tidak nyaman di bagian belakang leher.
Tanda kolesterol tinggi berikutnya adalah tubuh lebih mudah merasa lelah disertai nyeri pada kaki. Kondisi ini terjadi akibat aliran darah ke jaringan tubuh berkurang karena adanya plak yang menyumbat pembuluh darah.
Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di tungkai, penderita juga dapat merasakan nyeri ketika berjalan atau beraktivitas.
Nyeri dada juga dapat menjadi salah satu tanda kolesterol tinggi yang perlu mendapat perhatian. Keluhan ini muncul ketika plak menumpuk di pembuluh darah yang memasok darah ke jantung sehingga aliran darah menjadi terganggu.
Apabila penyumbatan terjadi secara total, kondisi tersebut dapat memicu serangan jantung yang membutuhkan penanganan medis segera.
Meski demikian, perlu diketahui bahwa tanda kolesterol tinggi bersifat tidak spesifik sehingga sering kali menyerupai penyakit lain. Bahkan, banyak penderita tidak mengalami gejala sama sekali. Oleh sebab itu, pemeriksaan darah tetap menjadi satu-satunya cara untuk memastikan kadar kolesterol dalam tubuh.
Menjalani pola hidup sehat merupakan langkah utama untuk mencegah kolesterol tinggi sekaligus mengurangi risiko komplikasi.
Salah satunya dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti makanan cepat saji. Sebagai gantinya, pilih makanan yang mengandung lemak sehat, misalnya ikan, dada ayam tanpa kulit yang direbus atau dipanggang, susu rendah lemak, kacang-kacangan, serta sayuran hijau.
Selain menjaga pola makan, menghentikan kebiasaan merokok juga penting karena rokok dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak pada pembuluh darah.
Aktivitas fisik secara rutin juga berperan dalam menjaga kadar kolesterol tetap terkendali. Berolahraga sedikitnya 30 menit per hari selama lima hari dalam sepekan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus menjaga kesehatan jantung.
Bagi seseorang yang memiliki faktor risiko, seperti obesitas, pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, atau memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala sangat dianjurkan. Pada kelompok berisiko tinggi, dokter juga dapat memberikan obat penurun kolesterol guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.