src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Polisi menindaklanjuti temuan sejumlah barang mencurigakan di Jembatan Mahakam. (ns) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Suasana Jumat 5 Juni 2026 pagi di atas Jembatan Mahakam I tak seperti hari-hari biasanya. Sejumlah warga tampak berkerumun. Pengguna jalan celingak-celinguk. Penasaran. Warga yang meriung juga diliputi segudang pertanyaan.
Penyebabnya, temuan sejumlah barang pribadi tanpa pemilik, lengkap dengan sepucuk surat berisi pesan yang menyiratkan keprihatinan. Barang-barang itu ditemukan tergeletak di atas jembatan. Di antaranya jaket, tas, telepon genggam, sandal, serta sebuah surat yang diduga ditinggalkan oleh seseorang .
Penemuan benda-benda tersebut akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Kecurigaan bermula. Polisi menduga si pemilik kemungkinan terjun ke Sungai Mahakam meskipun belum bisa dipastikan.
“Pagi ini kami menerima laporan dari masyarakat. Diperkirakan ada seseorang yang melompat ke Sungai Mahakam dari Jembatan Mahakam I,” ujar Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi.
Dugaan ini muncul karena isi surat yang ditemukan di lokasi. Bukan sekadar tulisan biasa, melainkan ungkapan perasaan yang dalam berikut permintaan maaf kepada siapa pun yang menemukannya. Dalam surat tersebut, penulis juga meminta agar keluarganya tidak diberi tahu tentang dirinya.
Lebih jauh, isi surat menggambarkan kondisi batin yang tengah diliputi tekanan. Si penulis menegaskan bahwa keputusan yang diambil bukan dilandasi kebencian terhadap siapa pun, termasuk keluarga, melainkan karena merasa tidak lagi sanggup menghadapi beban hidup yang dirasakan.
Di bagian akhir surat, tercantum nama Bobi Bulolo. Nama tersebut diduga sebagai identitas penulis. Pihak kepolisian masih melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.
Selain surat, petugas juga menemukan petunjuk lain yang kini sedang didalami. Salah satunya mengarah pada dugaan aktivitas terakhir pria tersebut sebelum kejadian berlangsung. “Sepertinya dia habis berobat di rumah sakit mata,” ungkap Aiptu Joko Wahyudi.
Informasi ini masih bersifat sementara dan akan dicocokkan dengan data lain untuk menyusun kronologi yang lebih utuh. Upaya pencarian bukti visual juga tengah dilakukan. Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar Jembatan Mahakam I dinilai menjadi kunci penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
“Untuk saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Dishub guna mencari rekaman CCTV. Namun kewenangan CCTV di Jembatan Mahakam ini berada pada pihak lain sehingga masih dalam proses untuk membuka dan memeriksa rekamannya,” pungkasnya. (ns)