src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sekda Minta Warga Tempati Aset Pemerintah di Lahan Peti Kemas Segera Berkemas

Sekda Minta Warga Tempati Aset Pemerintah di Lahan Peti Kemas Segera Berkemas

2 minutes reading
Tuesday, 6 Feb 2024 21:58 433 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sudah memberikan teguran sebanyak tiga kali kepada pemilik satu bangunan yang berada di lahan pemerintah, khususnya di lahan peti kemas.  Hal ini menjadi upaya dalam menertibkan aset-aset daerah khususnya bidang tanah.

Diketahui, wilayah tersebut digunakan sebagai pelabuhan peti kemas di jalan Dr. Soetomo, Tanjung Redeb. Beberapa bangunan tempat tinggal maupun usaha yang berada di sana sudah pindah. Namun, masih ada satu warga yang bersikukuh alias bertahan tidak mau pindah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menyampaikan bangunan tersebut berdiri di lahan pemerintah. Artinya, sewaktu-waktu akan digunakan sehingga ia meminta agar warga yang bersangkutan dapat bekerjasama dengan baik terkait permasalahan ini. “Oleh karena itu, kita berharap orang yang menempati di sana bisa kooperatif dengan kita. Karena kita sudah melakukan upaya-upaya untuk meminta dan mengembalikan tanah tersebut, karena memang asetnya punya pemerintah,” jelasnya.

Dikatakannya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau juga sudah meminta kepada aparat hukum untuk membantu Pemkab Berau terkait hal ini. “Sudah ada komunikasi dengan orang yang menempati itu karena aset itu sangat penting sekali bagi pemerintah,” ucapnya.

“Memberikan kompensasi untuk pindah, pemerintah juga tidak mungkin setega itu, walaupun sebenarnya itu aset pemerintah,” tuturnya.

Menurutnya, karena ini aset pemerintah otomatis bisa dimanfaatkan sewanya oleh pelabuhan. Artinya, kalau sudah disewa maka akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD)  Kabupaten Berau.

Pemkab Berau menargetkan agar permasalahan lahan ini bisa selesai tahun ini. “Mudah-mudahan secepatnya, kalau tidak salah ini sudah teguran ketiga,” pungkasnya. (Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x