src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Biaya Haji Tahun Ini Justru Turun Rp 8 Juta, Begini Penjelasan Kepala Kemenag Kaltim

Biaya Haji Tahun Ini Justru Turun Rp 8 Juta, Begini Penjelasan Kepala Kemenag Kaltim

3 minutes reading
Tuesday, 21 Feb 2023 21:29 747 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ongkos Naik Haji (ONH) 2023 dinilai meningkat dari ONH tahun 2022 lalu. Besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2022 sebesar Rp 98,37 juta dengan komposisi BPIH ditanggung jemaah Rp39,88 juta setara dengan 40,54 persen dan Rp58,49 juta setara dengan 59,46 persen dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.

Sedangkan BPIH tahun 2023 menurun cukup signifikan yaitu Rp 90.050.637,26. Selisih BPIH tahun 2023 menurun sebanyak Rp 8 juta.

Hal ini dijelaskan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim Abdul Khaliq. Menurutnya, terjadi penurunan biaya haji.

“Harga ketetapan pemerintah dan DPR RI bahwa biaya haji tahun ini turun dari harga tahun sebelumnya yaitu Rp 98 juta menjadi Rp 90 juta,” bebernya kepada headlinekaltim.co, di kantornya.

“Turunnya Rp 8 juta, jadi dari 90 juta maka ada persentase yang dibayarkan oleh pemerintah dari nilai manfaat dan yang dibayarkan oleh masyarakat jamaah haji,” sambungnya.

Ia menyebutkan bahwa tidak ada kenaikan BPIH, justru ongkos tersebut menurun di tahun 2023. Selain penurunan, presentasi yang meningkat merupakan yang dibayarkan oleh jemaah sebab untuk menjaga subsidi dana haji.

“Presentasinya yang dibayarkan oleh jamaah yaitu 55 persen dan yang dibayarkan oleh nilai manfaat dari BPKH yaitu kurang lebih 45 persen, itulah persentase tepatnya. Oleh karena itu, dari 90 juta kalo kita ambil 55 persen maka mendapatkan angka 49,8 juta,” katanya, Selasa 21 Februari 2023.

Abdul menyebutkan bahwa BPIH disebut-sebut meningkat dikarenakan persoalan adanya selisih biaya yang berbeda ditanggung jamaah tahun ini.

“Kenaikan harga yang disebutkan itu karena memang ada selisih karena ada perbedaan persentase dari tahun lalu. Tahun lalu, jamaah kita hanya membayar 45 persen, sementara persentase pembayaran dari dana manfaat itu yang besar 55 persen. Oleh karena itu, kita memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dana haji pada tahun ini turun, harga total turun sekitar 8 juta,” ucapnya.

Abdul kembali melanjutkan bahwa 1.199 jemaah yang telah melunaskan pembayaran pada tahun 2020 tidak perlu membayar tambahan biaya.

“Oleh karena itu dana haji membayarkan yang sudah lunas tahun 2020 itu ada sekitar 1.199 orang itu tidak membayar biaya tambahan lagi karena dia sudah lunas tahun itu, hanya saja tertunda berangkatnya,” katanya.

“Ada lagi jamaah kita yang berangkatnya tahun 2022, sudah lunas. Tapi 2022, tambahannya sekitar 9 jutaan, jumlah jamaah nya sekitar 140 orang. Dan sisanya sekitar 1000 orang dari jemaah yang belum berangkat di tahun 2022 akan ditambahkan biaya persentase baru,” sambungnya.

Ia menyebutkan bahwa perjuangan menurunkan biaya haji Indonesia merupakan proses panjang.

“Perjuangan turun ini luar biasa, usulan awal itu tinggi. Melalui Menteri Agama dan DPR RI, kita dapat angka 49,8 juta,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan kepada para jamaah haji Kaltim untuk melakukan pelunasan.

“Kami akan mengeluarkan pengumuman pelunasan, tapi sejauh ini belum ada jemaah yang menarik dana haji di Kaltim,” tandasnya.

Penulis: Erick

LAINNYA
x