Beranda BUMI ETAM Rapat KUA-PPAS Berjalan Alot, DPRD Kaltim Tetap Ingin MYC Ditunda

Rapat KUA-PPAS Berjalan Alot, DPRD Kaltim Tetap Ingin MYC Ditunda

Rapat KUA-PPAS Berjalan Alot (1)
Anggota Banggar DPRD Kaltim Baharuddin Demmu (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Provinsi Kaltim, berjalan alot.

Pertemuan keduanya berlangsung di gedung E lantai 1 DPRD Kaltim, Karang Paci sempat diskor dua kali, Selasa, 24 November 2020 pagi

Sejak pukul 10.00 Wita, menjelang siang, rapat istirahat dan dilanjutkan kembali pukul 14.00 Wita. Namun lagi-lagi, baru berjalan kurang dari tiga jam, rapat kembali diskor.

Baharuddin Demmu sebagai anggota Banggar DPRD Kaltim mengakui bahwa rapat hari ini berlangsung cukup alot.

Advertisement

Dia mengatakan karena Pemprov Kaltim tetap kukuh untuk memasukkan proyek multiyears contract (MYC) pada anggaran tahun depan.

“Rapat ini masih alot, belum ketemu titik terangnya. Pak Sekda tetap pada posisi supaya MYC masuk,” kata Demmu, sapaan akrabnya.

Diakui Demmu, Anggota Banggar juga masih pada keputusan awal yakni menunda MYC masuk dalam rancangan anggaran tahun 2021.

Sebenarnya, kata dia, DPRD Kaltim akan menerima proyek MYC tersebut. Namun, ada persyaratan yang masih belum terpenuhi hingga saat ini.

“Kami di dalam belum setuju, jadi break dulu. Habis ini Pimpinan DPRD dan fraksi-fraksi akan ada rapat konsultasi dengan pak Gubernur,” ungkapnya.

Legislatif dari fraksi PAN ini menilai, pemerintah tidak matang merencanakan program MYC tersebut.

Menurutnya, saat memasukan program MYC tersebut berada di tengah perjalanan rapat Banggar, sesuai aturan, jika ingin memasukan proyek harus dilakukan pada awal bergulirnya KUA-PPAS.

Baca Juga  Nidya Listiyono Jabat Sekretaris Fraksi Golkar dan Anggota Banggar

“Saya mau bilang, program ini tidak dirancang secara matang. Itu kan kalau dianggap direncanakan sudah lama betul, kalau itu terpenuhi. Jangan diselundupkan di Pemprov. Kalau yang dipersoalkan, saya sudah jauh hari bilang dibahas di mitra Komisi. Tapi ini sudah dibahas di Banggar, tiba-tiba masuk,” ujarnya.

Terpisah, saat skor kedua, Ketua TPAD Provinsi Kaltim HM Sa’bani keluar dari ruangan. Namun saat diwawancarai awak media, ia enggan berkomentar. “Nanti saya, break mau salat dulu,” ujarnya. Hingga berita ini dibuat, rapat masih berlangsung. (ADV)

Penulis: Ningsih

Editor: Amin

Komentar
Advertisement