Beranda DPRD Kaltim DPRD Kaltim Harap Pembebasan Lahan Pendekat Pulau Balang Selesai Tahun Ini

DPRD Kaltim Harap Pembebasan Lahan Pendekat Pulau Balang Selesai Tahun Ini

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun (foto : Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pembangunan akses pendekat Jembatan Pulau Balang tertunda karena pembebasan lahan. Pemkot Balikpapan diminta segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi sebelum akhir tahun 2020.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menjelaskan pihaknya turut mendukung agar pembebasan lahan akses pendekat Jembatan Pulau Balang segera diselesaikan.

“Ini harus kita upayakan. Sayang, itu kan sudah nyambung (jembatan Pulau Balang,red), tinggal pembebasan lahan untuk jalan pendekatnya. Kita upayakan untuk segera direalisasikan dengan Pemkot Balikpapan,” ucapnya pada Headlinekaltim.co, Selasa 17 November 2020 lalu.

Advertisement

Samsun mengatakan DPRD Kaltim segera alokasikan anggaran pembebasan lahan pendekat Pulau Balang dan hal ini dimintanya menjadi perhatian serius dari Pemkot Balikpapan karena masuk wilayahnya.

“Pemerintah Kota Balikpapan harusnya juga punya tanggungjawab untuk itu,” ujarnya.

Penyelesaian biaya pembebasan lahan, menurut Samsun adalah kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota.

“Kita lihat kewenangannya, kalau mendukung lahan kabupaten/kota, kita minta kota untuk menyelesaikan. Kalau kota sudah tidak mampu, baru nanti ke provinsi atau kita ke APBN,” pungkasnya.

Jembatan Pulau Balang bila telah difungsikan akan memperlancar konektivitas antara Samarinda, Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Saat ini, kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan selanjutnya ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan serta kota lainnya, harus memutar dengan jarak sekitar 100 km dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Dengan adanya jembatan ini, nantinya jarak akan menjadi lebih pendek menjadi 30 km dan perjalanan dapat disingkat hanya dalam waktu satu jam.

Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga mendukung rencana pengembangan pelabuhan peti kemas Kariangau dan kawasan industri Kariangau.

Pengerjaan fisik jembatan Pulau Balang dimulai sejak tahun 2015 dan sudah mencapai 90 persen lebih. Target penyelesaian jembatan oleh pemerintah sampai 100 persen pada Februari 2021.

Pembangunan proyek jembatan Pulau Balang dilakukan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Bangun Cipta Konstruksi. (ADV)

Penulis : Ningsih

Editor : Amin

Komentar
Advertisement