24 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

DPRD Kukar Minta PT Kitadin Bebaskan Rumah Warga di Bangun Rejo

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Anggota Komisi III DPRD Kukar Ahmad Yani meminta PT Kitadin membebaskan rumah warga yang dekat dengan lokasinya aktifitas pertambangan di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang.

“Dibebaskan saja rumah warga tersebut, karena jaraknya sangat dekat sekitar 28 meter saja. Regulasinya sudah sangat jelas, sebelum menambang harus dibebaskan terlebih dahulu,” ucap Yani, yang memimpin RDP antara DPRD, PT Kitadin dan Pemdes Bangun Rejo, Rabu 30 Juni 2021.

Yani menyebut, jika terjadi pembiaran masalah ini, maka akan memberikan dampak sosial yang justru akan berakibat fatal bagi perusahaan itu sendiri.

“Kami beri waktu sepekan, kepada PT Kitadin untuk membebaskan rumah warga tersebut,” ucapnya.

Yani menyarankan, kalau memang harga yang ditawarkan warga terlalu mahal, silahkan bentuk tim pembebasan lahan yang melibatkan Pemkab Kukar. Ini bakal terukur harga wajar sebuah lahan, plus nilai pendukungnya. Dan diharapkan nilai wajar yang ditawarkan pemerintah bisa diterima kedua belah pihak.

“Yang terjadi dalam menetapkan harga pembebasan lahan, hanya antara kedua belah pihak antara warga dan perusahaan, belum lagi ada pihak lain yang ingin ikut campur, ya bakal lama penyelesaiannya, ” pesan politisi PDI Perjuangan Kukar ini.

Kades Bangun Rejo Suprapto yang hadir di RDP tersebut memjelaskan, ada sekitar 4 KK yang ada di RT 26 dan 28 atau khususnya di Blok D yang belum dibebaskan perusahaan. Prapto menyebut, bukan hanya 4 KK saja, namun ada fasilitas umum yang belum dibebaskan juga, seperti sekolah dan jalan.

“Itu benar warga asli Bangun Rejo yang belum dibebaskan rumahnya, salah satunya atas nama Sukardi, ” ucap Prapto.

Disinggung, apakah harga yang ditawarkan warga ke perusahaan terlalu tinggi. Prapto menyebut, warga menawarkan harga tinggi kepada Kitadin, sebagaimana sebelum-sebelumnya harga yang ditawarkan Kitadin cukup tinggi.

“Warga taunya, harga yang ditawarkan Kitadin tinggi, jika dibandingkan dengan perusahaan batu bara lainnya yang ada di Tenggarong Seberang, ” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Kitadin, Bambang mengutarakan bukannya perusahaan tidak mau membebaskan rumah 4 KK tersebut, tapi harga yang ditawarkan sangat tidak wajar, sehingga tidak bisa disanggupi.

“Seperti rumah pak Sukardi, ukurannya tidak terlalu besar, tapi nawarnya Rp 5 miliar, sedangkan perusahaan hanya sanggup Rp 1,5 miliar saja, ” sebutnya.

Selain itu menurut Bambang, perusahaan saat ini sedang merugi, imbas harga batu bara yang rendah secara global, dan operasional pertambangan dilokasi tersebut sisa 6 bulan lagi.

“Sudah ada tim pembebasin lahan yang akan menyelesaikan persoalan tersebut. Perusahaan lagi alami kerugian lagi, lagi proses reklamasi pasca tambang, ” ujarnya. (Advertorial/andri)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU