src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Partainya Kembali ke Logo Lama, Ini kata Ketua PPP Kaltim

Partainya Kembali ke Logo Lama, Ini kata Ketua PPP Kaltim

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Jan 2023 13:34 577 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengubah logo partai bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) partai ke-50.

Dilansir dari CNN Indonesia, Plt. Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono menyampaikan perubahan logo partai tersebut atas kehendak mayoritas para kader. Berdasarkan hasil jajak pendapat, 86 persen kader ingin logo partai diubah.

Dia meyakini logo partai PPP dibentuk sejak awal oleh para pendiri partai bukan tanpa alasan. Menurutnya, logo PPP sejak awal didirikan ditetapkan lewat istikharah di Tanah Suci Mekah.

Lewat logo baru tersebut, Mardiono berharap partainya bisa mengantongi 40 kursi DPR pada Pemilu 2024 mendatang.

Sepanjang usianya, partai yang secara resmi dideklarasikan pada 5 Januari 1973 ini telah mewarnai sejarah panjang politik Indonesia.

PPP merupakan hasil fusi empat partai Islam, buah kebijakan pemerintahan Orde Baru untuk menyederhanakan partai politik. Empat partai tersebut adalah Partai Nadhlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti.

Sebelum usia ke-50 , PPP sudah dua kali mengubah logo. Logo pertama PPP yang bertahan selama masa Orde Baru menggunakan lambang sila pertama Pancasila, yaitu bintang dengan tulisan ”Persatuan Pembangunan” di atasnya. Bintang berwarna kuning pada dasar hitam tersebut dibingkai dalam perisai segi lima.

logo PPP sejak 1973-1999. (sumber: ist)

Setelah reformasi, PPP mengembalikan azas partai menjadi Islam dan mengubah logo dari bintang menjadi gambar kakbah. Tetapi warna hijau sebagai dasar, hitam untuk kakbah, dan kuning untuk ornamen logo dipertahankan dengan menghilangkan bingkai perisai segi lima. Tulisan PPP diletakkan tepat di bawah gambar kakbah.

Logo lama PPP. (Ist)

Perubahan dilakukan lagi pada 2020, tepatnya pada muktamar IX. Ketua Umum PPP kala itu, Suharso Monoarfa, yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Indonenesia Maju pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, menginisiasi perubahan logo PPP supaya tampak lebih segar dan dinamis.

Logo baru PPP di Muktamar IX. (ist)

Soal perubahan logo partai dalam perayaan harlah ke-50, Ketua DPW PPP Kaltim, Gamalis mengatakan logo lama akan memberikan kesempatan kepada pemilih dan simpatisan menengok memori kebesaran partai.

Dikatakannya, setahun menuju Pemilu 2024 menjadi titik krusial sehingga memori pemilih akan dibentuk, termasuk di Kaltim.

“Kita melakukan keputusan untuk kembali ke logo lama, agar memori para pemilih serta simpatisan dapat terulang kembali,” pungkasnya.

Penulis: Riska

LAINNYA
x