src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong mendorong praktik budi daya tambak udang berkelanjutan yang ramah lingkungan. Pasalnya, Berau memiliki ekosistem mangrove terbesar di Kalimantan Timur.
Menurutnya, banyak kawasan mangrove di wilayah Berau beralih fungsi menjadi tambak udang. Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak ketiga atau NGO yang melaksanakan program Mangrove Sahabat Tambak Lestari (MESTI) salah satunya di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan. “Yang penting masyarakat harus untung bekerja sama dengan siapapun,” tegasnya.
Rudi mengatakan, program Budi Daya ini dapat memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir secara berkelanjutan dengan pendekatan shrimp-carbon aquaculture (SECURE). Dengan begitu panen tambak udang diproyeksikan dapat meningkat.
Selain itu, ia berharap budi daya udang berkelanjutan ini mampu memberikan produktivitas yang optimal dan meningkatkan perekonomian para petambak di wilayah pesisir Kabupaten Berau. Tentu ini dapat dijadikan percontohan untuk kampung atau daerah lain yang memiliki potensi serupa.
“Jangan sampai kerjasama tadi justru tidak menghasilkan simbiosis mutualisme yang bagus. Saya harap ini bisa memberikan dampak positif secara ekonomi untuk masyarakat,” ucapnya.
Politikus PDI Perjuangan ini mendorong dinas terkait untuk memberikan pelatihan maupun pendampingan kepada para petambak di kampung lainnya mengenai budi daya tambak udang yang ramah lingkungan.
“Sehingga masyarakat dapat teredukasi dan sadar akan pentingnya kelestarian hutan mangrove di Kabupaten Berau agar tetap terjaga,” pungkasnya. (Adv58/Riska)