src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rapat Evaluasi Pelaksanaan APBD TA 2025. (Foto: Ist) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan Rapat Evaluasi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Strategi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 pada Rabu, 7 Januari 2026.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan, evaluasi ini menjadi forum penting guna memastikan capaian realisasi program, efektivitas belanja, serta strategi pelaksanaan pembangunan daerah ke depan. “Ini merupakan momentum penting untuk bersilaturahmi sekaligus berkoordinasi dalam hal kendala kita di lapangan,” jelasnya di Ruang Rapat Sangalaki.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang realisasi fisiknya menembus 100 persen. Masing-masing Dinas Pendidikan, Dispusip, Bapelitbang, Dinas Perkebunan, dan Kecamatan Teluk Bayur.
“Ini menjadi motivasi untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya sehingga capaian fisik 2026 bisa sama-sama 100 persen,” tuturnya.
Sri memaparkan, realisasi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp5,06 triliun atau sebesar 94,27 persen dari target anggaran Rp5,36 triliun. Realisasi belanja daerah mencapai Rp5,43 triliun atau 90 persen dari pagu Rp6,04 triliun dengan capaian realisasi fisik sebesar 93 persen dan realisasi keuangan sebesar 90 persen. Pada Tahun Anggaran 2026 direncanakan pendapatan sebesar Rp2,72 triliun, belanja Rp3,41 triliun, dan defisit anggaran sebesar Rp688,37 miliar.
“Saat ini sistem mutasi kita mengalami perubahan atau transisi yaitu penerapan manajemen talenta ASN,” bebernya.
Untuk itu, dirinya meminta BKPSDM bersurat kepada masing-masing OPD untuk mempersiapkan manajemen talenta ASN ini. Menindaklanjuti program-program yang dilaksanakan sebelumnya, khususnya program bersifat fisik yang masih status KDP (Konstruksi Dalam Pengerjaan), agar menjadi perhatian OPD teknis terkait untuk berkoordinasi lebih intens dengan OPD pengguna.
Sri meminta agar OPD terkait melakukan antisipasi dan evaluasi terhadap kejadian Bencana Banjir di area Kampung Tumbit Dayak, Pegat Bukur, Bena Baru, Long Lanuk dan Hulu Segah yakni Kampung Long Ayap dan Long Ayan agar tidak terjadi lagi.
“Setiap OPD harus mempertanggungjawabkan tiap rupiah anggaran yang dialokasikan, dan agar dipastikan mempunyai output, outcome serta manfaatnya bagi masyarakat Berau,” tegasnya.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan evaluasi guna menentukan kembali sebuah komitmen dalam menjalankan tugas dan fungsi tanggung jawab bersama.
Ia memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh OPD atas dedikasi, kerja keras serta komitmen yang telah ditunjukkan sepanjang tahun anggaran 2025 dan tahun sebelumnya. “Tentu ini menjadi bekal dan modal dalam perkuat tata kelola efektif transparan dan akuntabel. Ke depan masih ada tantangan dan ruangan perbaikan yang menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.
Menurutnya, evaluasi pelaksanaan kerja TA 2025 dan strategi pelaksanaan APBD TA 2026 perlu dilakukan secara objektif dan menyeluruh, seperti penyesuaian program kegiatan. “Saat ini APBD kita tidak sebaik dulu, hampir 50 persen terpangkas. Untuk itu, efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran menjadi hal yang betul-betul harus dilihat dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Riska)